Rabu, 12 Desember 2018


Cecep M. Wahyudin, Pasarkan Ayam Lewat E-Tanee

26 Nov 2018, 13:52 WIBEditor : GESHA

Cecep Wahyudin, ayam pun kini bisa dipasarkan online dengan harga yang terjangkau dan menguntungkan kedua belah pihak | Sumber Foto:IRA

Kini ayam pun bisa dipasarkan lewat e-commerce

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Di era milenial saat ini kian banyak  kawula muda yang mampu meraih sukses dalam mengembangkan usaha  berbasis digital, salah satunya Cecep M Wahyudin yang menekuni bisnis e-commerce dengan jualan ayam melalui e-tanee.

Tak tanggung-tanggung, lulusan IPB ini mampu memasarkan 2.5 juta ton ayam setiap harinya kepada konsumen.

 “Kalau di total setiap hari sebanyak 50 ton produk peternakan frozen dan olahan  bisa kami pasarkan . Saat ini e-tanee sudah ada di 9 kota dan akan terus kami kembangkan ke daerah lain secara bertahap,”  kata Cecep saat menjadi narasumber di acara Talk Show Agrivaganza.

Ayah dua anak ini  menekankan kepada kaum muda untuk tak ragu menggeluti bisnis di sektor pertanian karena fakta menunjukkan kebutuhan masyarakat akan bahan pangan dari tahun ke tahun terus meningkatkan.

“Jika ditekuni  dan dijalankan secara konsisten usaha agribisnis itu pasti memberikan keuntungan,” tuturnya.

Sebagai gambaran, seiring tingginya permintaan akan komoditas daging ayam maka usaha bisnis daging ayam kian menjanjikan.

Di Indonesia perputaran uang di bisnis ayam diperkirakan mencapai Rp 400 triliun sampai  Rp 500 triliun per tahun.

“Nilainya sudah sedemikian besar padahal konsumsi daging ayam  masyarakat Indonesia masih seperlima dibandingkan dengan konsumsi masyarakat Malaysia atau Singapura. Bisa dibayangkan kalau kita bisa mendorong  konsumsi daging ayam di masyarakat lebih tinggi lagi,” jelas Cecep .

Mengingat besarnya potensi bisnis produk unggas maka tak mengherankan bila  pria 39 tahun itu begitu bersemangat mengembangkan bisnis nya dengan menggarap dari sektor hulu hingga hilir.

“Saat ini disamping menekuni kegiatan budidaya ayam ras kami juga sudah masuk ke usaha kuliner dengan membuka restoran ayam goreng di Bogor. Diharapkan resto yang menjual aneka sajian menu berbasis ayam ini ke depan bisa lebih berkembang ke banyak daerah lainnya," bebernya

Sementara itu  peluang-peluang untuk pengembangan etanee juga tak henti digarapnya. Dalam bulan ini pihaknya merencanakan melaunching  di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Tengah. 

Tak tanggung-tanggung , khusus di Jawa Tengah  ia sudah menyusun rencana untuk bisa menggarap digitalisasi 20 ribu warung rakyat yang ada di Jawa Tengah. 

“Rencana kami ini didukung pelaku usaha warung makan di Jawa Tengah karena mereka melihat manfaat besar yang akan mereka dapatkan,”  tutur Cecep. 

Perpendek Tata Niaga

Cecep menuturkan bahwa prospek usaha pertanian lewat digital sangat menguntungkan sebab adanya sistem ini rantai tata niaga pertanian bisa diperpendek  sehingga dapat menekan biaya.

Pada akhirnya, petani atau peternak selaku produsen bisa mendapat harga yang lebih layak atas produk  yang dihasilkan dan harga beli di tingkat konsumen akhir juga bisa ditekan.

"Permasalahan  di pertanian ini produsennya tersebar di banyak titik sementara konsumen ada di beberapa  titik. Melalui etanee kami bisa mempertemukan produsen dan konsumen ,” jelasnya.

Meski tergolong sudah sukses  mengembangkan bisnis  pertanian berbasis digital, namun sejauh ini menurut Cecep pihaknya belum mengundang investor alias masih bermodal sendiri.

Bergerak melalui dukungan komunitasnya saat ini ia mulai ingin membuka diri. Semua itu bertujuan agar semakin banyak generasi muda milenial mengikuti jejaknya dalam berusaha.

 

Reporter : Ika Rahayu
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018