Jumat, 22 Februari 2019


Ujang Margana, Petani Muda Bandung Produsen Dua Jenis Bawang

22 Jan 2019, 11:16 WIBEditor : Ahmad Soim

Ujang Margana | Sumber Foto:Sri Puji R

Dengan keuletannya pada usia 25 tahun, Ujang telah mempunyai lahan garapan sendiri seluas 2 ha. Untuk meningkatkan rasa percaya diri, ia berusaha menerapkan teknologi yang ia peroleh melalui penyuluh



TABLOIDSINARTANI.COM - Ujang Margana, petani muda asal Bandung tancap gas memproduksi benih bawang merah. Tekadnya bulat, karena  harga benih bawang merah  lebih mahal dibanding bawang konsumsi. Juga tidak mudah   mendapatkan benih bawang merah di sekitar Bandung, Jawa Barat.

Harga jual benih bawang merah mencapai Rp 30.000,-/kg, sedangkan  harga jual bawang merah konsumsi hanya  Rp. 13.000,-/kg.  Melalui Kelompok Tani  Tricipta, Ujang dan teman teman petaninya adalah satu-satunya  produsen benih bawang merah Kabupaten Bandung saat ini.

Keberhasilan ini juga mendorong Ujang bersama kelompoknya mencoba mengembangkan benih bawang putih melalui demplot kelompoknya. Dari demplot ini ternyata hasilnya menguntungkan, betapa tidak dari benih 5 kg bawang putih yang ditanam pada lahan 1.000 m2 mampu menghasilkan 45 kg dengan harga Rp. 16.000,-/kg.

Ujang  Pria kelahiran Bandung,  9 Maret 1993, adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Odeh Suganda dan Eni Suhaeni. Ujang masih berstatus bujang dan masih tinggal bersama  kedua orang tuanya di Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat.

Desa Mekarmanik memiliki ketinggian 1.250 meter di atas permukaan laut yang berpotensi untuk pengembangan tanaman hortikultura.

Meskipun   telah berhasil menyelesaikan pendidikan di tingkat sarjana,  dengan dukungan  orang tua, kakaknya  Budiman dan para petani di sekitarnya, pada tahun 2015 Ujang membentuk kelompok tani Tricipta yang ia manfaatkan sebagai tempat belajar, tempat berdiskusi anggota kelompok dalam meningkatkan produksi usahatani kelompok dan sebagai arena pertemuan/diskusi terutama dalam memecahkan masalah  yang dihadapi petani anggota serta petani sekitarnya.

Ujang selain aktif sebagai petani tanaman pangan dan hortikultura, ia juga mampu menjadi motor penggerak bagi petani anggota kelompok dan masyarakat sekitar dalam mengembangkan tanaman jagung, kedele dan bawang merah.

Selain itu Ujang juga berhasil menggerakkan petani muda sekitar desanya, yang dibuktikan dengan terpilihnya Ujang sebagai Ketua Program Inovasi Desa di tingkat Kecamatan dan mampu membawa kelompoknya sebagai pemasok bawang merah konsumsi di wilayah Jabodetabek.
 
Disela waktunya bertani,  selain sebagai Bendahara Kelompok Tani Tricipta, Ujang aktif sebagai ketua KTNA Kecamatan, Cimenyan, Kabupatren Bandung  juga aktif memberikan penyuluhan di berbagai tempat terutama kepada petani bawang merah di sentra Bawang Merah Kabupaten Bandung dan bahkan di kabupaten lain di Provinsi Jawa Barat.

Berbekal pengetahuan dan berbagai pelatihan yang diikuti, Ujang berhasil membina 6 orang pemuda di desanya dan 3 petani di desa lain, beralih profesi sebagai petani. Ujang juga aktif menjadi narasumber diberbagai tempat baik di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi bahkan diluar Jawa Barat seperti Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, dengan peserta  petani, petugas (Penyuluh Pertanian, Guru SMK dll), Pelajar SMK dan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Jawa Barat.

Lahan Garapan 2 Ha
Ujang Margana, sejak usia 16 tahun telah dipercaya oleh orang tuanya untuk mengelola usahatani sendiri seluas 100 tumbak yang ditanami bawang merah, kentang, cabe dan kedelai.

Dengan keuletannya pada usia 25 tahun, Ujang telah mempunyai lahan garapan sendiri seluas 2 ha. Untuk meningkatkan rasa percaya diri, ia berusaha menerapkan teknologi yang ia peroleh melalui penyuluh, petugas POPT dan pembinaan baik dari Dinas maupun BPTP dan senantiasa  aktif meningkatkan kapasitas dan pengembangan diri.

 Ujang Margana, rajin mengikuti berbagai pelatihan antara lain 1). Sertifikasi Prima (tahun 2018); 2). Latihan Tematik Kedele (tahun 2017);  3) Latihan Sertifikasi Bawang Merah (tahun 2017); 4) Sosialisasi Regristrasi Lahan (tahun 2017):  5) Pelatihan Bawang Merah (tahun 2016).
 

Reporter : Sri Puji R
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018