Jumat, 22 Februari 2019


Ketua Umum ISPI Didiek Purwanto: 'Kami Siap Mengawal Pembangunan Peternakan’

28 Jan 2019, 14:54 WIBEditor : Yu

Didiek (kiri) saat memberikan penghargaan kepada pendiri ISPI | Sumber Foto:Fitri

ISPI akan kritis kepada pemerintah dalam mengawal pembangunan peternakan untuk mencapai kedaulatan pangan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Rabu (23/1) menjadi salah satu hari bersejarah bagi Didiek Purwanto. Pada hari itu Didiek yang berlatar belakang pengusaha sapi asal Lampung ini dilantik menjadi Ketua Umum PB Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) menggantikan Prof Ali Agus yang menjabat dari 2014-2018.

Terpilihanya pemilik PT Karunia Alam Sentosa Abadi ini setelah berlangsung Kongres Ikatan ISPI XII yang bertempat di Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, Malang (6-7/12) lalu. Didiek akan menjalankan tugasnya sebagai Ketua Umum PB ISPI untuk periode 2018-2022.

Didiek yang sebelumnya adalah Sekretaris Jenderal di PB ISPI Periode 2014-2018 itu menyampaikan bahwa dalam kepemimpinannya akan berusaha menjadikan ISPI benar-benar menjadi wadah bagi anggota yang penuh inspiratif dan konstruktif, serta mampu mengembangkan setiap keahlian yang dimiliki anggota. Berikut ini wawancaranya dengan Tabloid Sinar Tani.

 

Setelah dilantik menjadi Ketua Umum ISPI, apa program kerja Anda ke depan?

Banyak. Kami akan membagi program kerja menjadi berbagai macam bidang yang ada di ISPI. Misalnya, bidang advokasi hukum, bidang regulasi, bidang pembinaan usaha, bidang IT.

Bisa lebih spesifik dijelaskan program kerja ISPI?

Untuk bidang regulasi dan advokasi.  Kami akan mencermati bagaimana regulasi dan peraturan-peraturan pemerintah supaya nanti saat di lapangan tidak ada kontra produktif dengan tujuan. Bidang Pembinaan PC (Pengurus Cabang), pembinaan anggota, dan pembinaan usaha, kami menginisisasi ISPI dapat bergerak dan membina PC-PC yang ada di daerah, sehingga usaha dapat bergerak dan anggotanya maju. Dengan usaha yang berkelanjutan, ISPI diharapkan dapat memiliki pendanaan sendiri tanpa terus meminta. Sedangkan untuk bidang kajian ilmiah, kami akan  mengundang pakar-pakar memberikan kajian tentang pembangunan peternakan yang berkelanjutan dan sesuai kebutuhan industri peternakan Indonesia saat ini.

Bagaimana dengan bidang lainnya?

Untuk bidang IT dan media adalah  bagaimana mengelola IT di era 4.0 supaya tetap mengikuti perkembangan zaman, karena jika tidak, sebuah organisasi dapat rusak.
Begitu juga dengan bidang hubungan adalah bagaimana hubungan antar bidang organisasi profesi berjalan dengan baik dan juga berkembangnya hubungan kerja yang professional. Jadi semua bidang memiliki program utamanya masing-masing, yang dimasukkan dalam kategori program jangka pendek maupun jangka panjang.

Bagaimana pencapaian ISPI hingga kini?

Pencapaian ISPI sudah banyak, tinggal ditingkatkan lagi. Peningkatan utama yang akan dilakukan adalah tentang keanggotaan, karena anggota ISPI sendiri terdapat di seluruh Indonesia. Jadi bagaimana nanti mengkomunikasikan program-program kerja yang ada dari satu daerah ke daerah yang lain dengan menjalin hubungan yang baik. Apalagi di era milenial seperti sekarang ini.

Lalu apa yang diharapkan dari komunikasi yang terjalin dengan baik tersebut?

Dengan komunikasi yang baik, kita dapat melihat program-program mana yang berjalan efektif. Kemudian juga daerah-daerah mana yang memiliki potensi yang dapat dikembangkan kaitannya dengan peternak dan peternakannya. Apalagi jika memang banyak kearifan lokal di sana.

Bagaimana ISPI menanggapi upaya pemerintah  meningkatkan peternakan yang ada di Indonesia?

Berdasarkan program kerja pemerintah, sudah banyak realisasi. Misalnnya SIWAB.  Ke depan bagaimana nanti ISPI dapat bersama-sama bersinergi dengan pemerintah meningkatkan kembali hasil kerja sesuai sasaran dan tujuan yaitu meningkatkan industri peternakan. Contohnya meningkatkan populasi sapi di Indonesia. Bagaimana jika populasi naik? Kalau populasi naik, kan suplainya bagus, kalau suplainya bagus, harganya pasti akan turun meskipun sedikit demi sedikit. Namun untuk meningkatkan populasi tidak bisa instan, memerlukan waktu yang panjang dan program yang sustainable/berkelanjutan.

Terkait dengan era milenial 4.0, bagaimana ISPI melakukan pendekatan kepada anak-anak muda agar mereka tertarik dengan dunia peternakan?

ISPI sudah mulai merekrut SP-SP (Sarjana Peternakan) muda sebagai bagian dari pengurus supaya menghadirkan suatu energi yang baru dan segar untuk dikembangkan. SP-SP muda ini kami bina dan diberikan kesempatan yang seluas-luasnya. Misalnya saja saat ini pengendalian dan pemegang website dan situs online lainnya, itu sudah dipegang mereka yang masih muda.

Harapan untuk ISPI?

Harapannya adalah agar ISPI tetap eksis, mempunyai kontribusi yang baik kepada pemerintah dan masyarakat, kreatif, inspiratif, konstruktif, dan juga kritis kepada pemerintah dalam mengawal pembangunan peternakan untuk mencapai kedaulatan pangan.

 

Reporter : Suci dan Pipiet
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018