Jumat, 22 Februari 2019


Karen Tambayong: Generasi Muda Harus dapat Mengubah Pertanian

28 Jan 2019, 16:51 WIBEditor : Yulianto

Karen Syarief Tambayong | Sumber Foto:Pipiet

Generasi muda harus kuat, sehingga tidak menjadi lahan pemanfaatan di era milenial seperti sekarang

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Generasi muda menjadi harapan bagi pembangunan pertanian mendatang. Merekalah generasi penerus bangsa ini. Karena itu generasi milenial harus dapat mengubah pertanian tidak seperti dahulu lagi.

Kemajuan teknologi memang mampu mengubah segalanya, termasuk di dunia pertanian. Bahkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian pun mendorong modernisasi pertanian. Jika dahulu, petani bertani dengan cara tradisional, kini mulai diarahkan menggunakan alat mesin pertanian.

Bagaimana pendapat Karen Tambayong, Komisaris Utama PTPN VIII yang juga Ketua Komite Tetap Hortikultura Kadin mengenai pembangunan pertanian ke depan?

“Adanya perkembangan media dalam bidang teknologi, saya berharap the new coming generation dapat mengubah pertanian tidak seperti dulu,” katanya kepada Sinar Tani saat ditemui usai FGD mengenai Peningkatan Akses Perempuan terhadap Program Pembangunan Pertanian.

Karen mengakui, sekarang jeda antara generasi tua pertanian dengan yang muda cukup jauh.  Bahkan pertanian masih dianggap sebagai sektor yang kurang menjanjikan bagi anak muda. Mereka beranggapan bahwa menjadi petani itu miskin, padahal dengan makin bertumbuhnya populasi di dunia, pangan ini akan semakin meningkat, baik kebutuhan maupun nilai produknya. Artinya harus ada inovasi dan terobosan-terobosan baru yang dilakukan.

“Itu adalah tantangan sekaligus opportunity, milenialkan menguasai teknologi. Artinya ketika teknologi dekat dan mulai diterapkan, kita seharusnya tidak mempunyai masalah besar yang sulit diatasi,” ujar Karen.

Misalnya terkait dengan kurangnya lahan untuk pertanian, menurutnya, kini kita dapat bercocok tanam di pekarangan rumah sendiri melalui pemanfaatan teknologi yang semakin berkembang. Misalnya, vertical farming, urban farming, hidroponik, dan lain sebagainya.

Karena itu Karen berharap, generasi muda harus kuat, sehingga tidak menjadi lahan pemanfaatan di era milenial seperti sekarang. Bahkan di PTPN VIII anak muda sudah mulai dijadikan sebagai pihak ketiga dalam dunia perkebunan. “Beberapa anak muda sudah memulai menyewa lahan kita untuk berkebun,” ujar Karen.

Kurangnya ketertarikan anak muda terhadap pertanian memang perlu diatasi segera. Jika semua genarasi muda lebih tertarik menjadi metropolit generation, maka siapa yang akan melakukan aktivitas pertanian sebagai bahan pangan sementara manusia akan terus bertambah?” tegas Karen. Jawabnya adalah generasi muda.

 

Reporter : Pipiet Endwiyatni/Echa
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018