Kamis, 23 Mei 2019


Anwar Dimyati, Pupuk Organik Beromzet Berlian

05 Mar 2019, 16:12 WIBEditor : Yulianto

Anwar Dimyati, pemilik usaha pupuk organik AHS | Sumber Foto:Indarto

Perusahaan yang pabriknya berada di Banyuwangi, Jawa Timur ini, pada tahun 2019 menargetkan bisa memproduksi pupuk organik dan hayati sebanyak 80 ton

TABLOIDSINARTANI,COM, Jakarta---Jangan menganggap remeh usaha pupuk organik dan hayati. Contohnya, Anwar Dimyati pemilik usaha Agro Hikmah Sejahtera (AHS) yang mampu meraup omzet berlian hingga Rp 1,4 miliar/bulan.

Tingginya omzet tersebut, tidak lepas karena pupuk organik dan hayati milik Anwar banyak dimanfaatkan petani di Padang, Solok, Kerinci, Banjar Baru (Kalimantan), Sulawesi Selatan (Bantaeng), Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan sejumlah daerah lainnya.

“Saya senang hasil pupuk organik dan hayati yang dikembangkannya sudah tembus hampir ke seluruh Indonesia,” ujarnya. Meski diakuinya, awalnya pupuk AHS ini lebih banyak beredar di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Ada beberapa jenis pupuk organik dan hayati yang dikembangkan PT AHS. Diantaranya, pupuk organik dan hayati Bio X,  Vegetal Gold, Gsport, Ornate Gold, dan sejumlah produk lainnya umumnya dimanfaatkan petani hortikultura, tanaman pangan, dan perkebunan (sawit).

Lantaran banyak dimanfaatkan untuk aneka tanaman,  sejak Januari-Maret 2019 sudah ada pesanan pupuk organik dan hayati sebanyak 40 ton. Salah satunya perusahaan sawit di Pasaman (Sumatera Barat).

Baca juga:

Standar Pupuk Organik Kini Diatur Juga Loh

Bangun Desa Organik Padi, Tahun ini Pemerintah Alokasikan 500 UPPO

Perusahaan yang pabriknya berada di Banyuwangi, Jawa Timur ini, pada tahun 2019 menargetkan bisa memproduksi pupuk organik dan hayati sebanyak 80 ton. Tahun lalu produksinya hanya sebanyak 40 ton. Tahun ini sampai Maret saja sudah ada permintaan sebanyak 40 ton, sehingga sampai akhir tahun ini, kami targetnya produksinya bisa meningkat dua kali atau sebanyak 80 ton,” papar Anwar.

Gandeng Agronom dan Poktan

Manajemen PT AHS hanya memiliki 12 orang karyawan yang khusus bekerja di pabrik dan 12 orang sales, serta tenaga administrasi 6 orang. Perusahaan ini juga memanfaatkan agronom dan sejumlah kelompok tani (Pokatn), gabungan kelompok tani (Gapoktan), dan unit pelayanan jasa alsintan (UPJA) dalam memasarkan produknya. Manajemen PT AHS juga melakukan sosialisasi ke Poktan, Gapoktan, dan UPJA untuk lebih mengenalkan pentingnya penggunaan pupuk organik dan hayati ke petani.

“Meskipun kami punya beberapa distributor, kami memandang perlu kerjasama dengan agronom di sejumlah perusahaan pertanian, Poktan, Gapoktan dan UPJA.  Kerjasama ini kami lakukan untuk mempercepat penggunaan dan pengembangan pupuk organik dan hayati ke tangan petani,” jelas Anwar.

Menurut Anwar, manajemen bersama Poktan atau Gapoktan sampai saat ini masih melakukan sosialisasi penggunaan pupuk organik dan hayati ke petani/kelompok tani. Melalui, sosialisasi ini akhirnya, sejumlah petani mau menerima dan menggunakan produk kami.

“Sebab, poduk yang kami jual ini hasilnya lebih bagus, mengurangi pestisida atau insektisida yang kerap kali menimbulkan residu. Penggunaan pupuk organik dan hayati membuat tanaman dan lahan lebih aman dan usaha pertanian bisa berkelanjutan,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, pupuk organik dan hayati yang diproduk PT AHS bisa diaplikasi di semua tanaman, seperti pada tanaman pangan (padi, jagung, dan palawija), hortikultura (sayuran, buah, cabai, bawang merah/dan putih), dan tanaman perkebunan (seperti sawit).

Menurut Anwar, pupuk organik dan hayati produk PT AHS dijual dengan harga terjangkau, Rp 50 ribu-60 ribu/200 ml. Pupuk organik dan hayati ada yang berbentuk cair, dan ada juga dikemas dalam bentuk. “Dalam satu botol pupuk organik  bisa digunakan untuk 6-8 tangki. Sehingga, peggunaan pupuk hayati ini lebih efisien,”  ujarnya.

Pupuk organik dan hayati yang diproduk PT AHS selain dijual secara eceran juga ada yang dijual secara online di Bukalapak.com dan Mygrosir.com. “Penjualan online ini kami lakukan juga untuk memudahkan petani yang biasa memanfaatkan jasa online,” kata Anwar.

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018