Senin, 09 Desember 2019


Ade Komarudin, Dari Cilacap Terbang ke Negeri Matahari Terbit

21 Mar 2019, 15:06 WIBEditor : Yul

Ade Komarudin

TABLOIDSINARTANI.COM, CILACAP -- Ade Komarudin tak pernah menduga sebelumnya. Dengan usahanya selama ini, akhirnya pemuda dari Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah terpilih menjadi salah satu peserta magang Jepang.

Magang Jepang merupakan salah program Kementerian Pertanian melalu Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Kegiatan tersebut merupakan bentuk kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Asosiasi Petani Jepang (JAEC).

Setelah melalui rangkaian seleksi baik di daerah dan pusat, Ade terpilih menjadi peserta magang Jepang. Ade Komarudin mengatakan termotivasi untuk menambah wawasan, jaringan agribisnis, ilmu dan pengalaman di negara Jepang. Ia berharap seusai magang bisa mengembangkan pertanian, khususnya pertanian.

Dirinya juga ingin mengembangkan pertanian dimulai dari membuat sistem pertanian terpadu dengan tidak ada limbah yang terbuang.Saya termotivasi untuk menambah wawasan di bidang pertanian dan juga untuk menambah relasi. Apalagi dalam program ini diikuti banyak sekali petani muda dari seluruh indonesia. Dengan masing-masing pengalaman usaha taninya, dan diharapkan bisa mempermudah usaha saya dalam mengembangkan pertanian,” tuturnya.

Rencana keberangkatan mengikuti magang Jepang awal April 2019. Setelah selesai mengikuti orientasi pada 1 Oktober sampai 30 November di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Bangunsari, Kecamatan Langgen, Kota Madya Banjar Patroman, Jawa Barat dengan bidang Pertanian Padi dan Jeruk. Peserta magang Jepang ini, akan ditempatkan di JAEC Tokyo selama 11 bulan.

Beri kami kritikan, agar kita bisa membangun masyarakat Pertanian Kabupaten Cilacap, khususnya Desa Madura, Kecamatan Wanareja. Berikan ilmu selama di Jepang kepada orang lain, setelah pulang dari magang Jepang secepatnya diaplikasikan bidang agribisnis. Jangan buru-buru memetik hasil, proses dinikmati juga jangan cepat puas menekuni profesi petani, kata Supriyanto menjabat Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap.

Dinas Pertanian akan membuka forum dialog dengan mengundang staf Dinas Pertanian, Koordinator Penyuluh Pertanian dan Tokoh Pertanian. Nantinya dalam kegiatan ini, memberikan kesempatan untuk bercerita pengalaman ilmu pertanian selama sebelas bulan mengikuti magang Jepang. 

"Beri kesempatan kami, memanfaatkan ilmu dari magang Jepang. Kita akan berkomunikasi kembali setelah pulang magang Jepang mengenai paparan pengalaman demi kemajuan pembangunan pertanian," terangnya.

Regenerasi petani muda, salah satu caranya dengan mengikuti menjadi peserta magang Jepang bidang Pertanian. Dengan magang Jepang diharapkan akan menambah pengetahuan, keterampilan, sikap dan mental petani muda dalam mengelola serta mengembangkan usaha pertanian.

Reporter : Wasis
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018