Minggu, 08 Desember 2019


Rasid Wahyono, Dirikan P4S Bermula dari Sebuah Keprihatinan

21 Mar 2019, 16:20 WIBEditor : Yulianto

Rasid saat berkunjung ke Sinar Tani | Sumber Foto:Indarto

P4S Mandiri yang dibentuk langsung diberdayakan memberi pelatihan praktis kepada 15 kelompok peternak sapi di Desa Serdang Kuring, Kecamatan Bahuga, Kab.Way Kanan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Bermula dari keprihatinannya terhadap banyaknya buruh tani dan minimnya kesempatan kerja di Kecamatan Bahuga, Kab. Way Kanan, Lampung membuat hati kecil Rasid Wahyono terketuk membentuk sebuah lembaga yang khusus memberi pelatihan praktis kepada petani dan masyarakat sekitar.

Berkat dukungan sejumlah pihak di Kab. Way Kanan, Lampung, ide membentuk Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) akhirnya terwujud. P4S Mandiri yang dibentuk tersebut langsung diberdayakan dengan memberi pelatihan praktis kepada 15 kelompok peternak sapi di  Desa Serdang Kuring, Kecamatan Bahuga, Kab.Way Kanan.

Pelatihan berkaitan dengan tata cara pemeliharaan ternak sapi sampai pengelolaan kotorannya dan cara menjualnya supaya peternak mendapatkan harga yang baik dilakukan di kantor P4S Mandiri.

“Selama ini peternak sapi di Desa Serdang Kuring hanya memelihara sapi tanpa diberi tambahan pakan yang bagus. Sapi yang dipelihara dirawat seadanya. Bahkan, banyak yang tak tahu cara mengembangbiakkan  sapinya, sehingga penambahan populasi sapi yang dipelihara lamban sekali,” papar Ketua P4S Mandiri, Rasid Wahyono, di Jakarta (21/3).

Rasid mengatakan, peternak sapi juga banyak yang mengeluh ketika sapi yang dipelihara bertahun-tahun ini saat dijual harganya tak sesuai yang diinginkan. “Selain memberi pelatihan ke peternak, kami juga memfasilitasi kepada peternak yang ingin menjual sapinya melalui koperasi UPJA Mandiri,” kata Rasid.

Guna memudahkan kegiatan pelatihan yang dikembangkan di P4S Mandiri, Rasid mengkoneksikan dengan UPJA Mandiri yang sudah mempunyai fasilitas perbengkelan, alsintan dan koperasi.  “Petani atau peternak yang kami beri pelatihan bisa langsung praktek di lapangan,” ujarnya.

Pelatihan yang diberikan kepada petani di P4S Mandiri tak hanya praktis cara mengelola ternak atau bercocok tanam, tapi petani juga diberi pengetahuan terkait dengan akses lembaga keuangan dan perbankan. Akses ke perbankan juga penting supaya peternak atau petani tak terjebak lintah darat.

Jadi, usaha ternak mereka juga kami perkenalkan ke perbankan supaya mereka nantinya mudah mendapatkan pinjaman modal untuk mengembangkan usahanya,” kata Rasid.

Rasid berharap,  peternak atau petani yang diberi pelatihan secara praktis bisa menjadi petani mandiri, tangguh dan mampu mengembangkan usaha taninya secara berkelanjutan. “Karena itu, petani yang kami beri pelatihan juga kami dekatkan dengan dunia usaha.  Artinya, usaha ternak atau taninya nantinya bisa dijual langsung ke pasar atau bisa saja melalui koperasi,” jelasnya.

 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018