Kamis, 23 Mei 2019


Komika Ini Ternyata Petani Sekaligus Wirausahawan Terbaik se-Jabar !

29 Mar 2019, 16:22 WIBEditor : Gesha

Syamsuri, komika sekaligus petani sukses dari Bekasi | Sumber Foto:TIARA

Syamsuri mengajak kawula muda untuk menjadi petani. “Ayo jadi petani! Sekarang banyak sistem pertanian modern. Ada sistem pertanian organik, hidroponik, dan teknologi maju lainnya,” ajaknya.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bekasi --- Jika Anda mengikuti Stand Up Comedy Academy ke 2, pasti tidak asing lagi dengan Syamsuri. Siapa sangka, ternyata dirinya adalah seorang petani sekaligus wirausahawan terbaik se-Jabar di tahun 2018!.

Syamsuri di Kampung Panjang, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, bukanlah sosok yang asing bagi masyarakat. Tak hanya terkenal sebagai komika (stand up comedian), dirinya juga ternyata petani jambu kristal, buah tin, dan peternak kambing.

"Luas tanah garapan jambu kristal 500 meter persegi garapan sendiri, kalau milik kelompok tani ada 5 ribu meter persegi,” terangnya.

Untuk pertanaman buah tin, dirinya menggunakan sisten polybag ukuran besar dan menggunakan pupuk organik. Syamsuri mengaku memiliki mesin pembuatan pupuk kompos.

Syamsuri memiliki paguyuban ternak kambing peranakan etawa dengan anggota 25 orang. Kampung tempatnya tinggal lebih dikenal menjadi kampung ternak karena 50 persen penduduknya beternak kambing.

“Saat ini ternak milik Saya kurang lebih 40 ekor. Itu sudah sisa dijual kemarin. Sebelum dijual sampai ratusan ekor. Anggota kelompok ternak Saya rata-rata memiliki 8-10 ekor kambing,” tambahnya.

Setelah 7 tahun beternak kambing dan bertani selama 5 tahun, Syamsuri kini menjadi Ketua Kelompok Ternak Mekar Sari II dan Pembimbing Kelompok Tani  Mekar Sari III. Dirinya bahkan menjadi penyuluh petani swadaya di daerahnya dan pada Maret 2019 mendapat dana hibah dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengembangkan usahataninya sebesar Rp 30 juta.

“Kalau jambu kristal selain dijual di masyarakat sekitar juga dijual ke pedagang keliling. Kalau tinnya Saya olah daunnya jadi teh daun tin tubruk. Dijual sistem dengan online dan ke masyarakat langsung juga,” terangnya.

Terkait harga, Syamsuri menjual jambu kristal seharga Rp 15 ribu per kilogram kalau teh tubruk daun tin Rp 30 ribu per toples kecil. “Kalau kambing dijual ke daerah di luar desa, pasar hari raya, dan juga online,” tukasnya.

Sebagai petani muda, Syamsuri mengajak kawula muda untuk menjadi petani. “Ayo jadi petani! Sekarang banyak sistem pertanian modern. Ada sistem pertanian organik, hidroponik, dan teknologi maju lainnya,” ajaknya.

Reporter : Tiara
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018