Senin, 19 Agustus 2019


Aku Cinta dan Bangga sebagai Anak Petani Masuk Sekolahan

13 Jun 2019, 16:06 WIBEditor : Ahmad Soim

Menggaungkan Cinta dan Bangga sebagai Anak Petani di Sekolahan | Sumber Foto:Taisin/Ahmad Soim

Kegiatan aku cinta dan bangga sebagai anak petani ini akan ditindaklanjuti pihak sekolah

TABLOIDSINARTANI.COM, Sambas – Gaung cinta dan bangga sebagai anak petani masuk ke anak sekolahan. Seorang Penyuluh Pertanian membuat program terobosan menggandeng sekolahan untuk memotivasi siswa siswinya mencintai dan bangga sebagai anak petani.

“Masyarakat wilayah sekitar sekolah ini 100 persen orang tuanya sebagai petani. Ada di antara mereka yang sukses dari hasil pertaniannya.   Salah satunya H. Sukarno, petani biasa di Sambas   yang bisa berangkat Haji dari hasil bertaninya,  bahkan  sekarang telah menjadi pengusaha pertanian  yang memiliki   penggilingan padi  dan Combine Harvester (mesin pemanen padi),” kata Taisin Penyuluh Pertanian di Selakau Sambas di depan 234 siswa siswi SMP N 4 Selaku saat memotivasi mereka dalam kegiatan  "Cinta dan Bangga Sebagai Anak Petani”, Kamis (13/6).

Motivasi Bertani kepada anak sekolahan ini aku Taisin juga menjadi bagian dari  tugas pokok dan fungsi penyuluh. “Tupoksi kita adalah membina  dan membimbing poktan, petani  dan keluarganya untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga petani, termasuk membina anak-anak petani yang juga memerlukan waktu dan tenaga yang cukup banyak,” tambahnya.

Untuk efisiensi pembinaan anak anak petani, Taisin Penyuluh Pertanian di Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas membuat langkah terobosan.  Anak sekolah dirangkulnya melalui sekolah mereka. Apresiasi muncul dari Kepala Sekolah  SMPN 4 Kec Selakau.   “Kami menginginkan program Aku Cinta dan Bangga sebagai Anak Petani ini bisa   berkelanjutan,” kata   Drs. Sunyoto Kepala SMPN 4 Selakau.

Dipilihnya   SMP N 4 Kec Selakau  ini  karena keberadaannya  yang berada di tengah desa yang 100 persen masyarakatnya bertani, dengan luas  lahan  yang ditanami Padi seluas 800 ha dengan IP 200, atau dua kali  tanam setahun. 

Taisin berharap kadepan  anak petani ini akan cinta  terhadap pertanian, dan lahir sebagai generasi penerus petani masa depan.  Camat Selakau Drs. Burhani  B.Soni .MM pada acara ini menginginkan  anak-anak bisa menjadi generasi penerus perjuangan pertanian Indonesia yang tangguh sehingga bisa mendongkrak perekonomian Indonesia.

Taisin dalam kesempatan ini menyampaikan banyak petani yang sukses dari hasil pertanian.  Contohnya   H. Sukarno  yang tadinya petani biasa, bisa berangkat  Haji dari hasil bertani, bahkan  sekarang telah menjadi pengusaha pertanian  yang memiliki pabrik penggilingan padi  dan Combine Harvester (mesin pemanen padi).

Bagi Taisin banyak sekali kiat-kiat penyuluhan pertanian yang dapat dilakukan seorang PPL untuk mengembangkan sistem penyuluhan pertanian yang ada saat Ini demi untuk mencapai tujuan dan cita cita UUD45 mensejahterakan masyarakat  bangsa dn NKRI.   “Ayo PPL.  Jemput bola Penyuluhan,” ajaknya.

Kegiatan aku cinta dan bangga sebagai anak petani ini akan ditindaklanjuti pihak sekolah. “Kita merencanakan  ada kegiatan praktek  budidaya padi dan hortikultura di sekolah ini,” kata Kepala Sekolah SMPN 4 Selakau.

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018