Sabtu, 17 Agustus 2019


Wenny Astuti, Kopi Raden Beromzet Rp 50 Juta/Bulan

17 Jun 2019, 15:11 WIBEditor : Yulianto

Wenny Astuti di depan kedai kopi miliknya | Sumber Foto:Indarto

Wenny yang juga pemilik kedai Kopi Raden tersebut mengaku, setelah menekuni usaha kedai kopi ternyata usaha warungan yang satu ini sangat menjanjikan dan mudah dilakukan siapa saja.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta----Bagi Wenny Astuti, pensiun dari pegawai negeri sipil (PNS) Kementerian Pertanian pada tahun 2016 silam bukanlah akhir segala-galanya. Justru, setelah pensiun wanita paruh baya tersebut mulai menyibukkan diri dengan merintis usaha kedai kopi yang sejak tahun 2017 lalu.

Berkat kegigihannya dalam mengelola kedai kopi, Wenny  saat ini mampu menangguk omzet penjualan (kotor, red) sebesar Rp 50 juta/bulan. “Setahun setelah saya pensiun, saya tak ingin terbawa larut dalam suasana pensiun berkepanjangan.  Saya ingin punya kegiatan yang menghasilkan. Mulailah saya ikut kursus barista dan pada akhirnya  tahun 2017 saya mulai merintis mengembangkan kedai Kopi Raden,” kenang Wenny Astuti.

Wenny yang juga pemilik kedai Kopi Raden tersebut mengaku, setelah menekuni usaha kedai kopi ternyata usaha warungan yang satu ini sangat menjanjikan dan mudah dilakukan siapa saja.  Mengapa demikian? Menurut Wenny, untuk memulai usaha kedai kopi tak harus punya kebun kopi atau membeli kopi langsung dari petani. “Semua bahan baku, khususnya kopi bean bisa diperoleh langsung dari pemasok," uar Wenny, di Jakarta.

Menurut Wenny, jenis kopi yang disajikan di kedainya bermacam-macam dari robusta sampai arabika. Ada juga kopi spesial seperti kopi Gayo, Toraja, Bali, dan kopi berkualitas tinggi serta bercitarasa lainnya. Lantaran kopi yang disajikan berkualitas tinggi, kedai Kopi Raden yang terletak di Puri Gading,  Bekasi, Jawa Barat (Jabar) tiap hari banyak disambangi pengunjung, mulai dari anak SMP, SMA, mahasiswa hingga ibu rumah tangga.

“Kedai yang saya kembangkan ini bahan bakunya (kopi-nya,red) berkualitas tinggi. Tapi harganya kaki lima,” ujarnya. Kopi yang disajikan di kedai Kopi Raden hanya dipatok dengan harga Rp 12 ribu-Rp 25 ribu/cup. Memang, murah meriah. Mulai kopi tubruk (manual) sampai kopi yang diolah menggunakan mesin seperti  cappucino, caffe latte, dan espresso tersedia di kedai tersebut.

“Kedai kopi ini  saya buka mulai jam 10.00- 23.00 WIB. Kalau weekend buka sampai jam 24.00 WIB. Karena harganya terjangkau bagi semua kalangan, alhamdulillah ramai pengunjung,” tambahnya.

Wenny menjamin, Kedai Kopi Raden yang buka dari pagi hingga malam hari ini bisa memberi pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan. “Kalau mau coba mencicipi kopi dengan rasa khas silakan datang ke kedai Kopi Raden. Setelah mencicipinya, saya jamin, bagi yang sebelumnya tak suka ngopi akan ketagihan,” papar Wenny berpromosi.

Wenny memberikan tips bagi masyarakat dalam mengkonsumsi kopi. Apabila Anda punya sejarah sakit maag, kurang bagus mengkonsumsi kopi jenis arabika. Sebab, jenis kopi arabika pada umumnya rasanya agak asam.  Sedangkan jenis kopi robusta umunya cafeinnya agak tinggi dan rasanya lebih pahit dibanding kopi arabika. “Yang jelas, mengkonsumsi kopi arabika ataupun robusta sama-sama menyegarkan,” pungkas Wenny.

 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018