Sabtu, 17 Agustus 2019


Sakir Nugraha Berbisnis Jeruk Lemon dan Wortel, Hasilkan Milyaran Rupiah

02 Jul 2019, 16:55 WIBEditor : Gesha

Nugi (bertopi hijau) sumringah dengan omzet jeruk lemon dan wortel yang mampu diraupnya sekarang ini. Dirinya bahkan ingin memperluas kemitraan dengan Gapoktan lainnya | Sumber Foto:indarto

Omzet penjualan (kotor) komoditas jeruk lemon saat ini sebesar Rp 150 juta/bulan.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Pangalengan --- Berawal kecintaannya terhadap pertanian dan ingin punya usaha sendiri, Sakir Nugraha akhirnya memberanikan diri mendirikan usaha di bidang hortikultura dengan nama Duta Farm. Bahkan, omzet usaha hortikultura Duta Farm saat ini sudah mencapai milyaran rupiah/bulan.

Sakir Nugraha mengatakan usaha di bidang hortikultura punya prospek sangat bagus. Baik bisnis benih maupun komoditas hortilutura punya pasar cukup luas di dalam negeri.

Contohnya saja untuk jeruk lemon sampai saat ini  masih impor dari sejumlah negara, seperti China, Afrika, Australia dan sejumlah negara lainnya.

“Karena itu, kalau kami bisa mengisi pasar dalam negeri sebanyak 20%-nya sudah cukup bagus.  Karena memang permintaan jeruk lemon di dalam negeri cukup tinggi,” kata Sakir Nugraha, di Pangalengan, Selasa (2/7).

Sakir Nugraha yang akrab dipanggil Nugi juga punya mimpi agar ke depan Indonesia jangan sampai impor jeruk lemon lagi. 

Karena itu, bapak dua anak ini pun bertekad dan  tertarik bisnis benih lemon dan buah lemon ke petani. 

“Selain pasarnya luas, kami juga ingin petani di dalam negeri bisa meningkatkan produksi jeruk lemon yang ditanamnya. Sehingga, kami menggandeng sejumlah kelompok tani di Pangalengan tiga tahun lalu untuk tanam benih lemon california,” ujar Nugi.

Menurut Nugi, jenis jeruk lemon california tersebut cukup bagus dikembangkan petani Pangalengan dan Jawa Barat (Jabar).

Duta Farm mulai 2016 sudah menggandeng kelompok tani Pangalengan untuk tanam jeruk lemon california. “Jeruk lemon yang ditanam petani tersebut setelah berumur 2 tahun sudah mulai berbuah. Setelah umurnya lebih 2 tahun atau menginjak 3 tahun  rata-rata bisa berbuah sebanyak 1-2 kg/pohon. Dan jeruk lemon california ini bisa dipetik tiap minggu,” jelas Nugi.

Nugi juga mengatakan, pada tahun 2019 jeruk lemon yang ditanam petani Pangalengan sudah banyak yang berbuah, sehingga bisa dipanen tiap minggu.

Apabila,  1 ha petani tanam jerus lemon 300-400 batang,  maka dalam 1 ha  petani bisa memproduksi jeruk lemon sebanyak 800  kg/minggu.

“Saat ini jeruk lemon california sudah banyak dikembangkan petani di Jawa Barat (Jabar) dan sekitarnya. Kalau di Pangalengan ada 10 kelompok tani yang kami gandeng. Untuk memperluas cakupan usaha, kami juga menggandeng salah satu gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Cianjur,” papar Nugi.

Menurut Nugi, buah jeruk lemon yang dihasilkan petani Pangalengan tersebut,  kemudian dibeli melalui PT Duta Raka Nusa dengan harga Rp 10.000/kg. 

Nah, jeruk lemon asal Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar) tersebut setelah dikemas dengan brand Duta Farm, selanjutnya dipasarkan ke Bali.

“Kami kerjasama dengan Asosiasi Horti Bali. Kami bisa pasok ke asosiasi tersebut rata-rata 2.000 kg/minggu. Sebelum melakukan kerjasama dengan petani kami hanya mampu memasok sebanyak 200 kg/minggu,” jelas Nugi.

Nugi juga menjelaskan, jeruk lemon yang khusus dipasarkan ke Bali ini memang untuk mengisi pasar jeruk lemon premium (impor) yang masih tinggi.

“Kalau yang impor harganya Rp 450 ribu/15 kg, atau Rp 30 ribu/kg. Kalau dilihat kualitas jeruk lemon yang ditanam petani Pangalengan tak kalah dengan jeruk lemon impor. Sehingga, kami yakin kalau produksinya banyak bisa mengalahkan jeruk lemon impor,” papar Nugi.

Lulusan salah satu pondok pesantren Sukabumi ini mengakui, dari omzet penjualan (kotor) komoditas jeruk lemon saat ini sebesar Rp 150 juta/bulan. 

 

Pasok Wortel 100 Ton/Minggu

Selain jeruk lemon, Duta Farm juga membuka usaha penjualan benih dan komoditas wortel dan kentang sayur.

Menurut Nugi, pola kemitraan yang dikembangkan Duta Farm juga diterapkan pada usaha benih dan komoditas wortel di Pangalengan, Kab. Bandung, Jabar.

Wortel yang ditanam petani Pangalengan tersebut setelah panen juga dibeli dengan harga Rp 7.500/kg.  Selanjutnya, wortel tersebut dipasok ke Bali sebanyak 100 ton/minggu.

“Untuk memenuhi pasokan ke Bali, kami juga mengambil wortel dari petani  Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatrera Utara (Sumut) sebanyak 45 ribu ton/minggu,” ujar Nugi.

Duta Farm juga menggandeng sejumlah kelompok tani di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) untuk tanam kentang sayur di lahan seluas 200 ha.

“Dalam kerjasama ini, kami menyiapkan benihnya, kemudian hasilnya nanti akan kami salurkan ke sejumlah perusahan lain yang ingin menjualnya,” papar Nugi.

Dalam kerjasama tersebut, juga ada pendampingan dari dinas terkait. Kerjasama tersebut sampai saat ini masih berlangsung.

Bahkan, untuk pengembangan selanjutnya, pemerintah daerah setempat sudah menyiapkan lahan sekitar 1.000 ha (potensinya, red).“ Kentang sayur ini kami jual ke Balikpapan, suplainya sekitar 20 ton/minggu dengan harga di tingkat petani Rp 6.000-Rp 8.000/kg,” jelasnya.

Sesuai rencana, Duta Farm akan mengembangkan budidaya kentang di Jawa Timur (Jatim) di lahan seluas 30 ha. “Karena kami melihat ada potensi pasar di Jatim,” ujarnya.

Menurut Nugi, bisnis jeruk lemon, wortel dan kentang sayur sangat menjajikan. Peluang pasaranya masih terbuka lebar.

Untuk bisnis wortel yang dikembangkan Duta Farm omzet penjualannya sebesar Rp 1,2 miliar/bulan. Sedangkan untuk bisnis kentang sebanyak Rp 500 juta/bulan.

 “Khusus untuk kentang, kami jual benih induk dengan harga Rp 2.000/butir. Benih induk ini bisa dikembangkan petani sampai 3 tahun. Jadi, antara kami dan petani dalam bisnis ini sama-sama untung. Petani tanam kami sediakan benih unggul, setelah panen kami yang membeli dan menjualnya kembali ke pasar,” pungkas Nugi.

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018