
Kopikir Dela, kopi roasting premiun bagi para home brewer
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Trend ngopi sekarang tidak hanya berupa ngopi syantik di coffee shop saja. Tetapi juga berkembang menjadi penyesap kopi di rumah atau istilah kerennya home brewer. Nah, di tangan seorang ibu muda lulusan Teknik Informatika STT Telkom Bandung ini lahirlah Kopikir Dela.
Ditemui tabloidsinartani.com, Dela Arundina mengaku awalnya bersama suami dan rekan-rekannya membuka kedai kopi yang memang tengah happening di kalangan generasi millenial.
Namun dirinya berpikir kalau produk kedai kopi hanya dapat dinikmati oleh area sekitar saja. Padahal dirinya memiliki mimpi besar, kopi ini bisa masuk retail yang lebih besar pangsa pasarnya.
Karena itulah, Dela bersama sang suami menjajal pasar home brewer (penyeduh rumahan). Hasilnya, produk Kopikir Coffee Company yang didirikan tembus pasar swalayan kenamaan dalam kurun waktu yang terbilang singkat yakni 1,5 tahun !.
"Tadinya target pasar kita adalah kedai kopi atau coffee shop kecil yang tidak punya alat pemanggang kopi. Sekarang orang lebih sering ngopi di rumah. Jadi akhirnya kita ganti ke Home Brewer ke orang-orang, juga para penyuka kopi yang mencari kopi retailan,” terangnya.
Dengan brand bernama Kopikir, Dela mendapatkan kopi dari petani dan produsen di Bogor, Bali, Jambi, Aceh, Flores, dan Sumatera Utara. " Nama Kopikir itu dari singkatan dari kopi dan buah pikiran. Jadi karena kalau aku sendiri senang ngopi supaya bisa mendapatkan ide. Dan kata Kopikir menarik,” tukasnya.
Meski masih melayani pesanan kopi ukuran 5 kg untuk kedai kopi dan restoran, juga permintaan kopi siap minum namun ia mengaku lebih fokus ke pasar home brewer dengan kemasan 200 dan 100 gr. Bahkan produk Kopikir sudah masuk ke salah satu pasar swalayan kenamaan dan beberapa toko oleh-oleh.
Yang membedakannya dengan kopi lain adalah Kopikir hanya me-roasting ketika ada permintaan, atau dengan kata lain fresh! Selain itu, Kopikir dilengkapi dengan legalitas seperti Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikat Halal sehingga konsumen tidak perlu khawatir terkait keamanan pangannya (food safety). Ditambah, harganya yang bersabat jika dibandingkan pasaran.
“Saat ini Kami sedang menyiapkan outlet, juga lebih fokus ke retail dan sachet. Kita juga akan membuka kerjasama agen perpanjang. Namun Kita masih mencari rekan yang dapat menjaga kepercayaan,” tuturnya.
Oh iya, Kopikir Coffee Company juga kini mengeluarkan produk cokelat kopi dalam bentuk bar alias batangan loh! “Apalagi untuk kamu-kamu yang doyan ngemil cokelat tapi juga suka ngopi," tutupnya.
Ayo para milenial, masa sih kamu-kamu ga mau mengikuti jejak Dela?