Sabtu, 24 Agustus 2019


Diminati Pembudidaya, KUB Timoer Mandiri Produksi Pakan 6 Ton/Hari

29 Jul 2019, 14:42 WIBEditor : Gesha

pembuatan pakan mandiri yang dilakukan di KUB Timoer Mandiri mendapat pendampingan sejumlah ahli ahli nutrisi dari BBPBAP Jepara. | Sumber Foto:HUMAS DJPB

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jember --- Setelah lima tahun berkecimpung dalam pembuatan pakan mandiri berbahan baku lokal, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Timoer Mandiri akhirnya mampu membuat pakan ikan berkualitas tinggi. Bahkan, KUB Timoer Mandiri saat ini mampu memproduksi pakan mandiri berbahan baku lokal sebanyak 6 ton/hari.

Menurut Ketua KUB Timoer Mandiri, Edi Winoto, kualitas pakan mandiri yang diproduksi KUB tak kalah dengan pakan pabrikan. “Pakan mandiri yang kami produksi sudah dimanfaatkan pembudidaya ikan di Desa Kraton,  Kecamatan Kencong,  Kabupaten Jember, Jawa Timur dan sejumlah pembudidaya di tiga desa di sekitaranya,” papar Edi.

Edi juga mengungkapkan, populasi budidaya ikan air tawar di Desa Kraton dan tiga desa sekitarnya sekitar  2,7 juta ekor,  dengan kebutuhan pakan rata-rata sekitar 248.400 kg. Berkat pakan mandiri yang dibanrol Rp 9 ribu per kg, dengan FCR 0,7-0,8 pembudidaya akhirnya mampu meraup untung sekitar Rp 3 ribu per kg.

“Pakan mandiri yang kami buat ini memang untuk pembudidaya ikan skala kecil. Sehingga dengan adanya pakan mandiri tersebut banyak menolong pembudidaya ikan skala kecil di Kecamatan Kencong, kab. Jember,” kata Edi.

Menurut Edi, pembuatan pakan mandiri yang dilakukan di KUB Timoer Mandiri mendapat pendampingan sejumlah ahli ahli nutrisi dari BBPBAP Jepara, sehingga  produk pakan yang dihasilkan memiliki performa kualitas yang baik. “Pengakuan ini dibuktikan dengan respon positif masyarakat pembudidaya yang menyatakan puas atas kinerja pakan yang digunakan,” ujarnya.

Meski pakan mandiri yang diproduksi KUB Timoer Mandiri sudah banyak dimanfaatkan pembudidaya di Kecamatan Kencong, Kab. Jember, menurut Edi, pihaknya kerap kali terkendala bahan baku. “Pada bulan-bulan tertentu bahan bakunya sulit didapat sehingga harganya tinggi. Oleh karena itu, kami berharap agar pendampingan dari BBPBAP Jepara terus dilakukan terutama formulasi dengan bahan-bahan lokal lainnya, sehingga kesulitan bahan baku bisa teratasi dengan variasi bahan lainnya,” papar Edi.

Dalam  kesempatan terpisah,  Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, mengapresiasi gerakan pakan mandiri  (Gerpari) yang telah diadopsi dan berkembang semakin mandiri di Jember.

“Gerpari yang dikembangkan KKP memang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi melalui peningkatan efisiensi pembiayaan pakan dalam usaha budidaya ikan, sehingga dengan dibentuknya KUB pakan mandiri akan sangat membantu pembudidaya, karena harga pakan lebih murah,” papar Slamet Soebjakto.

 

Slamet mengatakan, biaya yang dikeluarkan oleh pembudidaya untuk pembelian pakan cukup tinggi yakni berkisar 60% - 70?ri biaya produksi. Apabla pakan pabrikan Rp 12 ribu-Rp 15 ribu/kg, dipastikan margin keuntungan pembudidaya banyak yang tergerus untuk membeli pakan dan keuntungannya pun makin menipis.

“Karena itu, kami mendorong masyarakat membuat pakan mandiri berbahan baku lokal untuk mesuplai  kebutuhan pakan pembudidaya di sekitarnya. Dengan kehadiran unit produksi pakan mandiri semacam ini diharapkan akan lebih luas menjangkau kebutuhan para pembudidaya ikan dan menekan biaya produksi budidaya minimal 30 persen,” papar Slamet.

Slamet juga mengatakan,  melalui pakan mandiri yang berkualitas, KKP ingin memastikan bahwa harga pakan bisa terjangkau.  “Untuk itu, ke depan kita bangun sistem logistik pakan mandiri yang lebih efektif. Artinya,  nanti di setiap daerah akan terbangun sistem logistik mulai dari data base sumber bahan baku, gudang penyangga bahan baku sesuai kebutuhan kelompok pakan mandiri, kemudian koperasi pakan mandiri yang bisa mensuplai kebutuhan pakan di sentra produksi di daerah tersebut,” papar Slamet. 

Pembinaan dan Pendampingan dari UPT

Menurut Slamet, guna menumbuhkembangkan pakan mandiri di masyarakat, KKP akan  mendorong Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perikanan Budidaya memberikan pembinaan dan pendampingan ke masyarakat secara penuh, baik dari segi teknis, management, maupun kelembagaan. Pendampingan ini dimaksudkan agar kelompok pembuat pakan ikan mandiri dapat benar-benar mandiri dalam memproduksi serta memasarkan produknya.

Hal yang hampir sama juga diungkapkan, Kepala BBPBAP Jepara, Sugeng  Raharjo. Menurut Sugeng,  agar berkelanjutan, KUB diharapkan bisa menjaga kualitas pakan yang dihasilkan melalui penerapan prinsip-prinsip cara pembuatan pakan yang baik sehingga produk akan selalu dipercaya masyarakat. 

“BBPBAP selama ini memberikan bantuan cara pembuatan pakan, formulasi pakan, cara budidaya, penanggulangan penyakit serta pendampingan kelembagaan. Kami berharap KUB ini dapat ditiru oleh KUB-KUB sekitar untuk mengembangkan pakan mandiri yang sangat potensial sebagai usaha bisnis baru masyarakat,” pungkas Sugeng.

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018