Rabu, 18 September 2019


Traktor dan Ternak Sapi, dari Mentan untuk Suparno

13 Agu 2019, 10:53 WIBEditor : Yulianto

Suparno bersalaman dengan Mentan didampingi anak dan istrinya | Sumber Foto:julianto

Mentan, Amran Sulaiman memberikan bantuan berupa traktor roda dua, satu ekor ternak sapi dan benih tanaman pangan. Selain itu juga uang untuk kehidupan Suparno dan kebutuhan sekolah anak-anaknya.

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA---Suparno (54) tidak pernah menyangka kehidupannya bakal berubah. Buruh bangunan yang tinggal di Kecamatan Peurelak,  Aceh Timur itu bisa bertemu dengan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di Jakarta dan mendapat bantuan traktor tangan roda dua, ternak sapi dan benih tanaman pangan.

Awalnya bermula dari berita anaknya Putri Dewi Nila Ratih (14) yang kini duduk di kelas 2 SMPN 4 Peurelak. Kejadian yang menimpa anaknya dan viral di media massa tersebut membuat  Amran Sulaiman, meminta Sekjen Kementerian, Momon Rusmono mengecek informasi tersebut.

Setelah mengetahui kebenaran informasi tersebut, Suparno bersama istrinya, Maryani dan anaknya Putri Dewi, akhirnya diminta untuk datang ke Jakarta. Pada Selasa (13/8), mereka diterima di ruang kerja orang nomor satu di Kementerian Pertanian.

Saat berdialog dengan Menteri Pertanian, Suparno mengungkapkan, dirinya hanya bekerja sebagai buruh bangunan di Banda Aceh dengan gaji Rp 80 ribu/ha. Sedangkan sang istri membantu mencari nafkah dengan menjual gorengan dengan penghasilan Rp 120 ribu/hari.

Dengan gaji yang pas-pasan tersebut, Suparno harus menghidupkan 7 orang anaknya. Anak pertamanya sudah menikah, anak kedua dan ketiga sudah tamat SMK, anak ke lima (Putri Dewi) dan adiknya masih sekolah di SMP, sedangkan anak ketujuh sekolah SD kelas 1. “Kerja saya buruh bangungan dengan gaji Rp 80 ribu/hari dan tidak punya lahan. Kalau ternak ada ayam 5 ekor. Sapi juga tidak punya,” kata Suparno menjawab pertanyaan Menteri Pertanian.

Suparno mengungkapkan, kejadian yang sempat menimpa anaknya Putri Dewi sampai tidak sempat makan saat sekolah karena dirinya belum mendapat kiriman gaji di tempat bekerja. Saat puasa dan Lebaran lalu, ia meminjam uang sebanyak 1 juta di tempat bekerja.

“Sebelum puasa lalu gaji saya tersisa Rp 700 ribu, karena waktu mau lebaran saya pinjam Rp 1 juta. Akhir Juli lalu waktu saya mau pulang, tempat saya bekerja belum mau memberikan gaji, karena saya punya hutang Rp 300 ribu,” tuturnya. Ia mengakui, sempat dihubungi dari tempatnya bekerja akan dikirim gaji bulan Juli oleh pihak pemborong, namun hingga kini belum jugaada kabar.

Putri Dewi sendiri mengaku tidak menyangka kejadian ini bisa ramai. “Saya tidak tahu. Waktu rumah saya di foto dan sekarang jadi ramai,” kata Putri yang bercita-cita menjadi Polwan.

Mendengar cerita itu, Amran Sulaiman langsung memberikan bantuan berupa traktor roda dua, satu ekor ternak sapi dan benih tanaman pangan. Selain itu juga uang untuk kehidupan Suparno dan kebutuhan sekolah anak-anaknya. “Jangan sedih, saya juga lahir dari orang susah, tapi generasi kita harus bekerja. Saya dulu bekerja sebagai pemecah batu dan menjual dengan harga Rp 16 ribu/truk atau Rp 3.500/ton,” tutur Amran.

Dengan bantuan tersebut, Amran meminta Suparno untuk bisa mengelola traktor itu, bahkan menggunakan sampai 36 hari kerja/bulan.  Jika sewa traktor Rp 800 ribu/ha atau sehari 0,8 ha, maka tiap hari akan ada pendapatan sekitar Rp 600 ribu/hari. “Kalau tiap bulan bisa bekerja 20 hari, bapak akan dapat Rp 12 juta,” katanya.

Sedangkan untuk bantuan ternak, Amran juga berharap Suparno bisa memelihara dengan baik. Apalagi ternak sapi yang diberikan sudah dalam keadaan bunting.  “Nanti saya minta dalam 10 tahun, ternak sapi bapak sudah jadi 10 ekor,” ujarnya.

Pemerintah melalui program BEKERJA (Berantas Kemiskinan, Rakyat Sejahtera) memang berupaya mengentaskan kemiskinan. Dalam program BEKERJA, Kementerian Pertanian memberikan bantuan ternak ayam KUB dan benih tanaman. “Di Aceh juga sudah ada program BEKERJA. Fokus program ini memang daerah yang berdekatan dengan ibukota,” kata Amran.

Pada kesempatan itu, Amran juga menawarkan kepada Suparno agar anaknya yang sudah lulus SMK untuk bekerja di Kendari. Sementara kepada Putri Dewi, Amran juga mengajak untuk ikut dan bersekolah dengannya.

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018