Thursday, 06 August 2020


UPJA Sengguruh untuk Tingkatkan Produksi dan Efisiensi Petani

06 Nov 2019, 21:17 WIBEditor : Gesha

Pengelolaan UPJA di Kecamatan Kepanjen terus ditingkatkan | Sumber Foto:FERLY

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang -- Untuk mempercepat adopsi alsin pertanian oleh petani, pemerintah mengembangkan Usaha Pelayanan Jasa Alsin Pertanian (UPJA). Di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, UPJA Sengguruh dibentuk agar mampu meningkatkan produksi sekaligus mengefisienkan biaya produksi di tingkat petani.

"Alternatif pengembangan kelembagaan UPJA yang dapat memberikan manfaat berupa efisiensi dan daya saing yang lebih baik dari usahatani padi sawah di perdesaan. Pengembangan UPJA terletak pada kelembagaan/organisasi dan dalam kaitannya dengan kelembagaan ekonomi perdesaan lainnya seperti kelembagaan finansial," beber Penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kepanjen, Ferly Tambunan.

Wilayah kawasan agribisnis atau wilayah pengembangan kawasan agribisnis di Gapoktan Rukun Lestari desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen mempunyai masalah keterbatasan tenaga kerja dan penanganan hasil panen serta membutuhkan alsintan sebagai solusinya.

"Alsintan berperan untuk meningkatkan luas garapan dan intensitas tanam, untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani, menekan kehilangan hasil dan meningkatkan mutu dan nilai tambah produk pertanian serta memperluas kesempatan kerja di pedesaan melalui terciptanya agribisnis terpadu yang pada akhirnya akan memacu kegiatan ekonomi di pedesaan," tutur Ferly.

Sebagai desa wilayah binaan Ida Setyoningsih SPt, Desa Sengguruh mempunyai 1 gapoktan 2 poktan dan 1 kelompokwanita tani mempunyai 3 unit hand traktor, 1 unit perontok padi, 2 unit pompa air, 5 unit hand sprayer elektrik dan 1 unit mesin pemotong rumput dan 5 unit emposan tikus dari kompor gas.

"Dengan luas lahan baku sawah 58 ha yang dimiliki oleh desa Sengguruh maka desa Sengguruh ini mempunyai potensi pertanian padi yang sangat maksimal," tambahnya.

UPJA yang dikelola oleh Gapoktan diketuai oleh H Sodiq tersebut, dalam pengeloalannya seluruh kegiatan melalui administrasi secara baik dan menjadi unit usaha yang dimiliki oleh gapoktan. Masing-masing unit dikelola secara profesional oleh manajer dan dibantu oleh teknisi dan operator mesin.

Dalam usahatani padi sawah peranan UPJA sangat dibutuhkan. Sedikitnya ada 9 (sembilan) kegiatan yang dikerjakan dalam kegiatan usahatani padi sawah yaitu penyemaian, pengolahan tanah, penanaman, penyiangan, pemupukan, penyemprotan pengendalian hama dan penyakit, panen, perontokan, dan penggilingan.

Dalam pengoperasian diantara alat alsintan tersebut antara lain yang sering di gunakan yaitu handtraktor untuk olah tanah, alat perontok padi dan alat emposan tikus modifikasi tabung gas dan kompor LPG.

 

Reporter : Ferly P Tambunan/Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018