Thursday, 06 August 2020


UPJA Mandiri, Optimalkan Sewa Traktor di Musim Kemarau

03 Dec 2019, 15:46 WIBEditor : GESHA

UPJA Mandiri optimalkan penyewaan alsintan saat musim kemarau | Sumber Foto:Dok. UPJA Mandiri

TABLOIDSINARTANI.COM, Way Kanan --- Kendati musim kemarau panjang, unit pengelolaan jasa alsintan (UPJA) Mandiri tetap mengoptimalkan layanan sewa alsintan ke petani di Kabupaten Way Kanan, Lampung. Lantaran, kemarau panjang UPJA Mandiri hanya mampu mengoptimalkan sewa traktor roda 4 (TR -4) ke sejumlah petani Way Kanan yang akan tanam palawija (jagung dan kedelai).

“Sampai awal Desember di Way Kanan, curah hujannya belum banyak (tinggi, red). Karena itu, itu sampai awal Desember tahun ini kami masih mengoptimalkan penggunaan TR-4  ke petani,”  kata Ketua UPJA Mandiri, Kabupaten Way Kanan, Lampung, Rasid Wahyono, di Way Kanan, Lampung, Selasa (3/11).

Menurut Rasid, selama musim kemarau jumlah petani yang memanfaatkan/meminjam TR-4 relatif cukup banyak. Dari sekitar 400 ha lahan di Way Kanan, ada sekitar 1-5 ha/minggu lahan yang diolah dengan TR-4. “Umumnya, lahan kering . Tapi ada juga lahan sawah yang kekurangan air. Lahan-lahan tersebut dibajak dengan TR-4 untuk keperluan tanam jagung dan kacang tanah,” ujarnya.

Rasid mengatakan, hingga saat ini petani yang sewa TR-4 rata-rata sebanyak 2-3 kali/minggu. “Karena sampai awal Desember 2019 curah hujan di sini belum tinggi. Sehingga, belum banyak petani yang mengolah sawah untuk ditanami padi,” kata Rasid.

Menurut Rasid, karena curah hujannya belum tinggi, penggunaan atau sewa Rice Transplanter (RT) dan Combine Harvester (CH) hampir tak ada. “Karena memang belum banyak petani yang tanam padi. Saya perkirakan, akir Desember-Januari 2020 petani di sini baru mulai tanam. Dan saya perkirakan, awal Maret nanti sudah ada panen. Sehingga awal tahun depan, penggunaan CH dan RT trendnya akan meningkat,” jelas Rasid.

Petani Way Kanan, sebagian besar sudah mulai mengolah lahan dengan traktror roda dua (TR-2) dan TR-4. Bahkan, petani juga sudah familiar dengan  mesin panen modern atau Combine Harvester (CH). “Karena itu, lahan sawah di sini yang sebelumnya hanya ditanami 2 kali setahun, saat ini bisa tanam 3 kali setahun,” ujar Rasid.

Rasid mengatakan, petani yang sudah memanfaatkan traktor dan CH dipastikan bisa menghemat waktu olah tanam dan panen. Penggunaan alsintan juga menghemat biaya produksi pertanian.  “Jadi, dengan memanfaatkan alsintan, pendapatan petani pun akan naik. Penggunaan alsintan juga mendorong petani lebih sejahtera,” kata Rasid.

Menurut Rasid, hingga saat ini petani Way Kanan sudah banyak yang panen jagung dan kacang tanah. Jagung dan kacang tanah yang ditanam saat memasuki musim kemarau tahun ini (Juli), hasilnya relatif cukup bagus. Bahkan, harganya juga tinggi. Untuk jagung (kering) harganya sekitar Rp 4.000/kg. Sedangkan kacang tanah (pipilan basah) harganya Rp 6.000-Rp 7.000/kg. “Sebagian sudah banyak yang panen palawija. Sebagian lainnya mulai tanam lagi,” pungkasnya.

 

Reporter : Indarto
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018