Mesin pompa air untuk mengisi air di lahan sawah
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Indonesia meningkat. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Andi Nur Alamsyah, dari tahun 2015 hingga akhir tahun 2018 terdapat kenaikan level penggunaan mekanisasi di Indonesia, yakni 236 persen. “Di tahun 2015 level penggunaan mekanisasi di kita itu hanya 0,22 horse power (hp) per hektar. Di akhir 2018 meningkat menjadi 1,68 hp per hektar. Ini kenaikan yang luar biasa,” terangnya saat diwawancara oleh Sinar Tani.
Memang masih sangat jauh dari negara maju seperti Amerika (17 hp per hektar) dan Jepang (16 hp per hektar), tetapi setidaknya di tahun 2019 Indonesia dapat setingkat lebih maju daripada Vietnam (1,5 hp per hektar). “Jadi target kita di tahun ini adalah mengejar Thailand dan Malaysia. Untuk 5 tahun ke depan, target level mekanisasi kita meningkat menjadi 2,75 atau 3 hp per hektar,” jelas Andi.
Penggunaan alsintan di Indonesia memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Andi menceritakan dulu di daerah Pantai Utara (Pantura) ketika pemerintah mengenalkan alsintan, tidak diterima begitu saja. Bahkan sempat dibakar karena merasa dengan kehadiran alsintan akan mengganggu usaha taninya.
Semakin lama, semakin sadar bahwa alsintan ini menjadi kebutuhan. Ditambah keterbatasan tenaga kerja yang semakin berkurang, penggunaan alsintan benar-benar menjadi solusi. “Sekarang mereka (petani di Pantura), mekanisasi itu sudah menjadi hal yang penting karena sudah menjadi kebutuhan. Makanya tidak heran, level mekanisasi kita sekarang meningkat cukup pesat,” ungkap Andi.