Tuesday, 22 September 2020


Masuk Musim Panen, Petani Lampung Tetap Waspada Covid-19

24 Mar 2020, 14:59 WIBEditor : Indarto

Petani Way Kanan sedang panen | Sumber Foto:Dok. Istimewa

Petani juga sudah tahu kalau saat ini ada pandemi covid 19. Meskipun ada pandemi covid 19, kegiatan utama mereka (petani) tak terganggu. Hanya saja, mereka tetap waspada dan mengikuti anjuran pemerintah.

TABLOIDSINARTANI.COM, Lampung-- Pandemi covid 19 kian meluas dan menyebar di sejumlah daerah tak membuat petani di Way Kanan, Lampung berdiam diri. Justru sebaliknya, petani Way Kanan yang saat ini mulai panen padi tetap selalu waspada menghadapi pandemi covid 19.

 
Ketua UPJA Mandiri, Kabupaten Way Kanan, Lampung, Rasid Wahyono, mengatakan, petani juga sudah tahu kalau saat ini ada pandemi covid 19. " Meskipun ada pandemi covid 19,  kegiatan utama mereka (petani) tak terganggu. Hanya saja, mereka tetap waspada dan mengikuti anjuran pemerintah," kata Rasid, di Lampung, Selasa (24/3).

Menurut Rasid, ada imbauan supaya masyarakat rajin berjemur untuk menghindari penularan covid 19. Masyarakat juga diimbau untuk rajin cuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan.

" Khususnya aktivitas berjemur sudah tak asing bagi petani. Sebab, itu semua kerap dilakukan sambil bekerja di sawah. Cuci tangan dan kaki sebelum masuk rumah juga sudah menjadi kebiasaan petani," papar Rasid.

Rasid yang juga dipercaya sebagai Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Kab.Way Kanan, Lampung, selalu mengingatkan kepada petani untuk menghindari kerumunan. Artinya, acara seperti kawinan,arisan atau acara yang mengerahkan banyak massa sebaiknya ditunda dulu.

" Kalau rapat di UPJA masih ada. Karena pengurusnya tak banyak , sehingga jaraknya bisa diatur selonggar mungkin. Dan aktivitas UPJA pun tetap berjalan untuk melayani sewa alsintan dari petani," papar Rasid.

Menurut Rasid, mulai pertengahan Maret di sejumlah tempat di Way Kanan sudah panen padi. " Karena itu, saat ini alsintan yang laris di sewa petani adalah combine harvester dan traktor roda 4 (TR 4)," ujarnya.

Luas areal panen di Way Kanan, lanjut Rasid, sampai saat ini belum terlalu luas. Kisaranya, antara 5- 6 ha. "Tapi ini sudah cukup lumayan untuk menggerakkan putaran sewa alsintan di UPJA. Sebab, selain combine harvester, petani banyak yang memanfaatka  TR 4 untuk  mengangkut barang dan olah lahan," kata Rasid.

Rasid memperkirakan, akhir Maret akan terjadi puncak panen di Way Kanan. Diharapkan, pada saat puncak panen nanti, petani tetap menjaga kewaspadaan terhadap ancaman covid 19. " Ke sawah tetap kita lakukan, tapi jangan lupa selalu menjaga kewaspadaan," pungkasnya. 

 

 

Reporter : Dimas
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018