
Panen padi dengan combine harvester
TABLOIDSINARTANI.COM, Banyuwangi--Di tengah pandemi covid 19, manajemen unit pelayanan jasa alsintan (UPJA) Jaya Makmur tak mengendorkan semangatnya untuk menyewakan alsintan ke petani. Karena petani di Desa Wringin Agung,Kec. Gambiran, Kab. Banyuwangi saat ini belum memasuki musim panen, manajemen UPJA mencari terobosan untuk menyewakan alat dan mesin pertanian (alsintan) ke daerah lain yang sudah panen.
" Karena di tempat kami belum memasuki musim panen, dan kalau ada luasannya tak terlalu besar, kami terus mencari daerah sekitar yang sudah panen supaya combine harveater yang kami miliki bisa beroperasi," kata Ketua UPJA Jaya Makmur, Paimin, di Banyuwangi, Kamis (2/4).
Menurut Paimin, kebetulan minggu depan di Kec. Tegal Dlimo, Kab. Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) sudah panen. Ada sekitar 30 hektar (ha) sawah petani yang siap panen. Lokasinya juga tak jauh dari Kec. Gambiran.
" Mereka meminta kami untuk memanennya dengan combine harvester," ujarnya.
Paimin juga mengatakan, panen padi di Kec. Tegal Dlimo tersebut hasil tanam petani pada Desember tahun lalu. "Kalau di tempat kami (Kec. Gambiran) tanamnya sekitar Januari. Sebab pada saat itu terjadi kemarau panjang, sehingga tanamnya mundur. Karena itu, di daerah kami panennya diperkirakan pada akhir April tahun ini," kata Paimin.
Menurut Paimin, hasil panen padi di Kec. Gambiran awal tahun ini diperkirakan tak maksimal. Sebab, sebagian laham sawah petani sudah banyak yang dimanfaatkan untuk tanam buah naga dan jeruk.
" Karena itu, untuk mengoptimalkan sewa alsintan, kami terus mencari celah daerah mana saja yang siap olah lahan, tanam dan panen. Hal ini kami lakukan agar alsintannya tak mangkrak," paparnya.
Setelah menyewakan combine harvester di Kec. Tegal Dlimo, lanjut Paimin, minggu berikutnya manajemen UPJA Jaya Makmur akan menyewakan combine harvester ke Kec. Srono.
Paimin memperkirakan, sewa combine harvester akan ramai pada awal April hingga akhir Mei." Kalau tahun lalu kami kebanjiran sewa combine harvester. Mudah-mudahan tahun ini petani yang sewa combine harvester tambah banyak, " harap Paimin.
Seperti diketahui, UPJA yang dikembangkan Gapoktan Tani Agung ini sudah jadi langganan sejumlah petani di kecamatan lain di Kab. Banyuwangi, Jatim. Diantara pelanggan setianya adalah sejumlah petani dari Kecamatan Blimbing Sari (dekat bandara) dan Srono.
Paimin mengakui, banyak keuntungan yang petani dapatkan dengan menggunakan alsintan. Pastinya adalah mempercepat pekerjaan petani.
Petani yang panen dengan combine harvester hanya perlu waktu 3 jam/ha. Bahkan petani kini sudah tak asing lagi menggunakan alsintan.
Setelah panen, petani langsung mengolah tanah. “Saat musim kemarau petani tetap melakukan olah lahan karena sebagia lahan petani ada yang sudah dilengkapi dengan fasilitas irigasi,” katanya.
Paimin mengungkapkan, selain memanfaatkan combine harvester, dalam pengolahan penggunakan traktor tangan juga sangat membantu petani. Dengan traktor lahan seluas 0,25 ha, hanya perlu waktu setengah hari.
Menurut Paimin, petani atau kelompok tani yang menyewa combine harvester hanya dipatok dengan harga sewa sebesar Rp 1,2 juta/ha.
Sewa traktor tangan hanya dipatok dengan harga Rp 300 ribu per 0,25 ha atau sekitar Rp 1,4 juta/ha. Sedangkan, untuk rice transplanter disewakan ke petani plus benihnya hanya dipatok Rp 800 ribu/ha.