Wednesday, 21 October 2026


Inilah yang Membuat Petani Sukoharjo Sejahtera

06 Apr 2020, 14:56 WIBEditor : Indarto

KUB membuat petani Sukoharjo sejahtera

Luas areal sawah yang dikelola KUB pun sudah bertambah sebanyak 1.033 ha dengan jumlah petani sekitar 2.400 orang,

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukoharjo---Inovasi teknologi yang dikemas  kelompok usaha bersama (KUB) Kepodang Topo di Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng)  sepertinya bisa menjadi contoh petani lainnya. Pasalnya,  setelah melaksanakan pertanian korporasi berbasis mekanisasi,  petani anggota KUB tersebut dapat hidup lebih sejahtera.

Bagian Pemasaran Hasil Panen KUB Kepodang Topo, Sukar mengatakan, pada awalnya, sekitar tahun  2018 lalu KUB ini dikembangkan di Ds.Dalangan di lahan seluas  170 ha. Lantaran petani yang berminat cukup banyak, wilayah kerja KUB diperluas di enam desa. Meliputi Ds.Majasto, Pojok, Kateguhan, Ponowaren, Tangkisan dan Dalangan.

" Kini,  luas areal sawah yang dikelola KUB pun sudah bertambah sebanyak 1.033 ha dengan jumlah petani sekitar 2.400 orang," ujar Sukar, di Sukoharjo, Senin (6/4).

Sukar mengatakan, petani yang  tergabung di KUB tak perlu repot lagi dalam mengembangkan usaha taninya. Sebab, petani bisa menyerahkan pembibitan, olah tanah dan panen kepada manajemen KUB.

" Petani hanya melakukan perawatan saja," ujar Sukar.

Menurut Sukar, dalam olah lahan, pembibitan sampai panen, petani hanya dikenakan biaya Rp 1,5 juta/patok (lengkap). Jadi, petani tinggal melakukan pengawasan dan perawatan sampai panen.

"Semua pembibitan, olah lahan hingga panen dilakukan dengan alsintan," kata Sukar.

Sukar juga mengatakan, setelah panen, hasil panennya akan dikelola KUB. Artinya, gabah yang dipanen dibeli KUB dengan harga Rp 4.300-Rp 4.500/Kg (GKP). Selanjutnya, gabah tersebut diproses di mesin penggilingan padi milik KUB.

"  Karena sudah diserahkan ke KUB,  petani tinggal terima bersihnya saja," ujar Sukar.

Menurut Sukar, petani yang bekerjasama dengan KUB sangat diuntungkan. Sebab, biaya usaha tani yang dibebankan ke petani sangat murah.

Sukar mengatakan, untuk olah tanah hanya dikenakan biaya Rp 100 ribu/1.000 m2. Tanam Rp 250 ribu/1.000 m2, dan untuk panen Rp 200 ribu/ 1.000 m2. " Kalau paket lengkap Rp 1,5 juta/4.000 m2 (patok), " ujarnya.

Sesuai kalkulasi Sukar, petani yang punya lahan 1 ha, rata-rata mampu menghasilkan padi sebanyak 5,5 ton-6,5 ton/ ha. Apabila harga gabah (GKP) Rp 4.300 /Kg- Rp 4.500/Kg, dengan dikurangi biaya produksi sekitar Rp 9 juta, petani masih mampu mendapatkan keuntungan Rp 20 juta/ha/musim. Bahkan,  petani yang hanya punya lahan satu patok, masih mampu mendapatkan penghasilan Rp 8 juta/patok/musim.

Sukar juga mengaku, saat ini sejumlah petani di Kec. Tawangsari, Kab.Sukoharjo, lainnya banyak yang tertarik bergabung di KUB. Namun, dana dan manajemen KUB saat ini sangat terbatas.

" Mengingat dana dan pemahaman ke petani yg masih kurang dan KUB sendiri personilnya terbatas,  kami  pun menggandeng pihak lain. Sehingga, kami masih meminta bantuan pendampingan dari berbagai pihak,diantaranya BI, penangkar benih,dan Dinas Pertanian Kab.Sukoharjo," pungkasnya. 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018