Tuesday, 07 July 2020


Keterbatasan Alsintan, Tak Surutkan Petani Amankan Stok Pangan

17 Apr 2020, 21:12 WIBEditor : Yulianto

Meski masih dengan alat pacul, petani tetap semangat mengamankan stok pangan | Sumber Foto:Dok. BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Bondowoso---Pertanian adalah tulang punggung pangan di tengah upaya pemerintah dalam menanggulangi Covid-19. Karena itu meski ada wabah virus yang telah banyak memakan korban jiwa, petani dan penyuluh tetap turun ke sawah.

Tingginya motivasi dari penyuluh pertanian terhadap petani akan mengubah perilaku petani agar lebih semangat dalam berusaha tani dengan baik. Seperti yang dilakukan penyuluh pertanian di Kabupaten Bondowoso, tepatnya di Desa Kupang Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso.

Dengan keterbatasan 1 unit handtraktor untuk seluruh petani di 1 desa, petani tetap berusaha menggunakan sapi sebagai tenaga pengolah lahan saat musim tanam serentak. Hal ini karena daerah tersebut mempunyai lahan tadah hujan.

Untuk mengejar air hujan, di desa tersebut petani mengerjakan sampai malam. Hal ini memuktikan bahwa semangat petani nyata sebagai pejuang pangan dalam mengamankan dan menjamin ketersediaan pangan. Bahkan keterbatasan alsintan tidak boleh menyurutkan gerak langkah petani dalam berusaha tani karena pangan adalah kebutuhan bersama.

“Namun ikhtiar agar desa dapat memiliki alsintan tetap diusahakan terlebih saat ini sapi untuk membajak jumlahnya pun semakin sedikit,” kata Hadianto, penyuluh yang bertugas di Desa Kupang.

Seperti yang sering ditegaskan Menteri Pertanian, Syarul Yasin Limpo (SYL), tanggung jawab menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian.

Penyuluh Pertanian Lapang sebagai agen perubahan mempunyai peran yang cukup signifikan dalam kegiatan usaha tani utamanya di tingkat bawah atau desa. Salah satu peran yang sangat penting dalam pembinaan dan pemberdayaan petani adalah motivasi.

Hal demikian ditegaskan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi, meskipun di tengah pandemi COVID-19 sektor pertanian tidak berhenti. “Bahkan peran penyuluh sebagai pendamping dan pengawal petani melalui Kostratani justru menjadi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian dan memotivasi petani,” ungkap Dedi.

 

Reporter : Hardianto/Yeni/Asep (BBPP Ketindan)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018