
Musim panen telah tiba
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Setelah sempat vakum sejenak, alsintan yang dikelola UPJA Tani Mandiri mulai menggeliat lagi. Apalagi, sejak memasuki musim panen awal Mei ini, sewa combine harvester terus bergerak maju.
Manajer UPJA Tani Mandiri, Abidin mengatakan, sampai pertengahan Maret 2020, petani Desa Magepanda, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum panen, sehingga tak ada yang sewa combine harvester (CH). " Memasuki Mei tahun ini petani Kab.Sikka mulai panen. Khususnya di Kec.Magepanda panennya serentak, sehingga banyak petani yang menyewa combine harvester," kata Abidin, di Jakarta, Jumat (8/5).
Menurut Abidin, saat ini petani di Kecamatan Magepanda, khususnya di Desa Magepada, Reroroja, Kolisia A dan Kolisia B sudah panen padi. Petani di desa tersebut, setelah panen ada yang langsung olah lahan.
" UPJA yang kami kelola saat ini banyak permintaan sewa CH dan traktor. Namun, untuk CH banyak pihak lain yang menyewakan juga," kata Abidin.
Abidin mengaku, meski banyak pihak yang menyewakan CH, manajemen UPJA Tani Mandiri tak merasa kawatir. Sebab, UPJA Tani Mandiri sudah punya pelanggan tetap di Kec. Magepanda.
Menurut Abidin, luas panen padi di Kec. Magepanda sekitar 1.150 ha. Diperkirakan,
pada akhir Mei tahun ini panen padi di Kec. Magepanda sudah selesai.
" Kalau kami lihat, hasil panennya saat ini cukup bagus. Provitasnya rata-rata meningkat menjadi 7-8,5 ton per hektar," ujar Abidin.
Abidin mengaku, petani di Kab.Sikka tak pernah jual gabah. Umumnya, hasil panennya sebagian disimpan dan sebagian lainnya diproses di mesin penggilingan padi. " Setelah jadi beras, barulah mereka jual ke pengepul atau pasar," ujarnya.
Memasuki musim panen tahun ini, stok beras cukup banyak. Sehingga, harga beras di Kab. Sikka saat ini jatuh.
" Harganya sudah turun menjadi Rp 8.500-Rp 9.000 per kg, dari sebelumnya Rp 10 ribu- Rp 11 ribu per kg. Kami perkirakan harganya masih bisa turun lagi," paparnya.
Abidin memperkirakan, kurun dua minggu ke depan harga beras di Kab. Sikka bisa anjlok hingga Rp 7.500- Rp 8.000 per kg. Sebab, selama dua minggu ke depan akan terjadi puncak panen.
" Karena itu, kalau petani jual beras saat ini untungnya sedikit. Akan lebih baik, panennya disimpan dulu," kata Abidin.
Siap Sambut MT II
Setelah musim panen usai, lanjut Abidin, UPJA yang dikelolanya siap membantu petani untuk olah lahan dan tanam.
Abidin mengaku, manajemen UPJA Tani Mandiri diperkirakan akan terkendala menghadapi permintaan sewa alsintan di musim tanam (MT) II, akhir Mei nanti. Mengapa ada kendala di MT II? Menurut Abidin, karena manajemen UPJA Tani Mandiri kekurangan tenaga kerja.
"Biasanya mulai olah lahan hingga tanam juga dilakukan serentak. Sedangkan rice transplanter yang kami miliki kapasitasnya kecil," papar Abidin.
Guna mengatasi keterbatasan tenaga kerja, lanjut Abidin, ke depannya manajemen UPJA Tani Mandiri akan menggunakan riding transplanter yang kapasitasnya besar. "Sehingga dengan alat tersebut, proses tanamnya lebih cepat sehinhha dapat menjangkau seluruh Kec.Magepanda," paparnya.
Menurut Abidin, sampai saat ini pihaknya belum memiliki riding transplanter tersebut. Diharapkan, alat tersebut dapat dibeli pada tahun ini.
Abidin mengaku, di tengah pandemi corona, manajemen UPJA Tani Mandiri
tetap bekerja melayani petani. Meskipun sebagian anggota manajemen UPJA menjalankan ibadah puasa, kegiatan tetap berjalan seperti biasa.
" Kami saat ini masih melayani teman-teman petani yang sedang panen. Selanjutnya, kami akan melayani petani yang sudah siap olah lahan dan tanam," pungkas Abidin.