Monday, 30 November 2020


Jaga Jarak Saat Tanam, Petani Optimalkan Rice Transplanter

12 May 2020, 19:09 WIBEditor : Yulianto

Petani di Pacitan memanfaatkan rice transplanter untuk tanam padi | Sumber Foto:maria

TABLOIDSINARTANI.COM, Pacitan--- Usai musim panen, petani kembali bersiap untuk menanam kembali. Termasuk, Pramono, petani di Desa Mlati, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Namun pada musim tanam kali ini, ada hal yang berbeda dilakukan anggota Kelompok Tani Sido Makmur ini. Apa itu?

Dalam kondisi pandemi Covid-19 dan suasana Puasa, Pramono mulai memikirkan cara agar dapat melanjutkan usaha tani. Apalagi kini tenaga buruh tanam makin sulit didapat. Untuk mempercepat tanam ia pun menyewa mesin rice transplanter dari desa tetangga

“Dengan menggunakan mesin tanam ini, saya tidak perlu mencari banyak buruh tanam di tengah himbauan untuk physical distancing. Selain itu mempercepat tanam karena kondisi air yang semakin sulit,kata Pramono.

Dengan menggunakan rice transplanter, Pramono mengakui dapat mempercepat tanam kembali pada musim kemarau (MK) I. Apalagi prediksi dari BMKG, Kabupaten Pacitan akan mengalami musim kemarau yang lebih kering dari biasanya.  “Walaupun ada virus Corona, bagaimana mau makan jika kami di rumah saja,” ujar Pramono.

Pramono mengatakan, dengan menggunakan rice transplanter dirinya tidak memerlukan waktu lama untuk menanam padi di lahan sawahnya yang berukuran 0,25 ha. Setelah masuk usia tanam, bibit padi dari baki persemaian sudah disiapkan. Kemudian regu tanam mesin rice transplanter datang untuk melakukan tugas.

Karena baru pertama kali dan proses belajar, waktu yang banyak diperlukan saat melakukan persiapan membuat papan persemaian di lahan dengan dialasi plastik,” tuturnya.

Hal tersebut dilakukan Pramono karena baki persemaian yang ada untuk mesin transplanter tidak mencukupi kebutuhan bibit yang diperlukan. Namun secara keseluruhan, diakui, dengan mesin ini menghemat waktu dan biaya tanam yang biasa dikeluarkan jika menggunakan tanam manual oleh buruh tani.

“Saat proses menanam ini, banyak petani yang melewati lahan saya dan berhenti menyaksikan cara kerja mesin rice transplanter,” ujarnya seraya menambahkan, petani bisa belajar tentang teknologi baru cara menanam padi.

Pramono berharap, operasional mesin rice transplanter perdana di Kelompok Tani Sido Makmur menjadi media belajar (demplot) untuk seluruh petani di Desa Mlati. Dengan mengetahui cara kerja mesin tanam tersebu, dapat menjadi solusi mengingat ketersediaan buruh tanam yang semakin berkurang.

Selain itu ungkap Pramono, sebagai alternatif lain di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Dengan rice transplanter, petani dapat tetap bekerja sesuai protokol pencegahan Covid-19, yaitu menjaga jarak aman, pakai masker, dan selalu menjaga kebersihan tangan serta kesehatan.

Seperti pesan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) kepada seluruh insan pertanian harus tetap melakukan pekerjaannya di tengah Pandemi Covid 19, khususnya mencegah terjadinya krisis pangan.

“Walaupun dalam kondisi pandemi covid-19, don’t stop, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh kekurangan pangan. Setelah panen segera lakukan percepatan tanam, tidak ada lahan yang menganggur selama satu bulan,” tegas SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan, masyarakat Indonesia semua butuh pangan. Dengan pangan yang sehat dan bergizi akan membuat imunitas tubuh yang kuat, otomatis membuat bangsa kita. “Ketersediaan pangan dan olahan yang sehat itu semua berkat kalian sebagai pahlawan pertanian,” katanya.

 

 

 

Reporter : Maria/Yeni (BBPP KETINDAN)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018