Friday, 05 June 2020


Jasindo Bayar Klaim Asuransi Usaha Tani Padi Petani Kulon Progo

21 May 2020, 07:37 WIBEditor : Ahmad Soim

Petani Kulon Progo terima klaim asuransi usaha tani padi | Sumber Foto:Martono

 

TABLOIDSINARTANI.COM – Para petani Kulon Progo yang tergabung dalam 9 Kelompok Tani yang tanamannya mengalami kerusakan mendapatkan klaim asuransi tani padi dari PT Jasindo.

 

PT Jasindo menyerahkan klaim asuransi itu di Aula Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo (20/5). Klaim asuransi itu diserahkan  kepada 9 kelompok tani/gabungan kelompok tani yang terdampak kerusakan pada tanaman padi. Acara ini dilakukan setelah PT Jasindo  menyerahkan bantuan APD kesehatan kepada tenaga kesehatan di Rumah Sakit Wates.

 

Kelompok tani tersebut berasal dari 5 kapanewon yang ada di Kulon Progo yaitu Kapanewon Lendah, Galur, Sentolo, Pengasih dan Kokap. Nilai klaim mencapai Rp. 121.440.000 dengan luasan 20,24 hektar kerusakan. Penyebab Klaim terbesar diakibatkan oleh banjir dengan luasan 15,14 hektar dengan total klaim sebesar Rp. 80.840.000 sedangkan sisanya berupa serangan OPT patah leher,Neck Blast, penggerek batang dan WBC seluas 5,1 hektar dengan klaim sebesar Rp. 30.600.000.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ir, Muh, Aris Nugroho, MMA mengatakan bahwa klaim ini bukan bantuan namun klaim asuransi yang diperuntukan bagi petani yang ikut asuransi dan tidak dibagi secara Bagito (Bagi Roto).

 

“Hanya petani yang ikut asuransi saja yang berhak mendapatkan klaim asuransi,” tambahnya. Hal ini mengingat usaha di sektor pertanian khususnya usaha tani padi dihadapkan pada resiko ketidakpastian yang cukup tinggi antara lain kegagalan panen yang diakibatkan perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, serangan hama dan penyakit /OPT. Untuk menghindari hal tersebut pemerintah telah memberikan solusi terbaik berupa AUTP yang diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap resiko ketidakpastian dengan menjamin petani mendapatkan modal kerja untuk berusaha tani dari kalim asuransi tersebut.

 

Resiko yang dijamin AUTP meliputi banjir, kekeringan, serangan hama dan OPT. Hama  antara lain wereng coklat, penggerek batang, walangsangit, keong mas, tikus dan ulat grayak. Sedangkan penyakit pada tanaman padi berupa tungro, blast, busuk batang, kerdil rumput, kerdil hampa.

 

Premi AUTP padi saat ini 3 persen berdasarkan besaran biaya input usaha tani padi sebesar enam juta rupiah per hektar per musim tanam yaitu sebesar sebesar 180 ribu rupiah per hektar per musim tanam. Bantuan pemerintah saat ini sebesar 80 persen sebesar Rp 144 ribu  per hektar per musim tanam, dan saat ini petani harus membayar premi swadaya 20 persen proporsional sebesar Rp 36 ribu.

 

Program Asuransi usaha Tani Padi (AUTP) terus digalakkan oleh Kementerian Pertanian. Sesuai namanya, perlindungan yang diberikan oleh program asuransi ini ditujukan secara khusus untuk petani yang memiliki tanaman padi.

 

Asuransi ini sangat diperlukan untuk menanggulangi kerugian sektor pertanian bila disebabkan faktor alam dan OPT. Asuaransi ini belum menjadi culture dan AUTP ini menjadi persyaratan KUR (Kredit Usaha Rakyat) Pertanian yang dialokasikan Rp 50 triliyun.

 

Petani diharapkan tidak ragu untuk mendaftar AUTP karena program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan bagi petani. Biaya premi yang perlu dibayarkan sudah mendapat subsidi secara langsung dari pemerintah pusat dengan mengalokasikan dana APBN. Petani hanya membayar premi sebesar 20 persen proporsional atau Rp 36 ribu per hektar di setiap musim tanam.

 

Syarat utama AUTP adalah petani harus tergabung dalam kelompok tani dan mendapat surat keputusan atau sejenisnya (registrasi kelompok) dari Dinas Pertanian. Pemberdayaan petani harus melalui kelompok tani dan tidak dapat secara mandiri dengan harapan petani dapat meningkatkan pengetahuan terkait sarana produksi sampai dengan strategi pemasaran yang tepat.

 

Hal tersebut juga sesuai dengan  UU No. 19/2013 yang mengamanatkan perlindungan usaha tani dalam bentuk asuransi. Dalam pelaksanaannya Kementan melalui Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Direktorat Pembiayaan Pertanian menggandeng BUMN PT Jasindo sebagai penanggung jawab. Koordinasi kerjasama terus dilakukan mesti terjadi pandemic covid 19, bahkan klaim auransi akan dipercepat. Klaim itu sebagai modal petani untuk menanam kembali padi karena covid 19 ini terasa sekali dampaknya.

 

Jika terjadi resiko terhadap tanaman yang diasuransikan serta kerusakan tanaman atau gagal panen maka AUTP akan diproses jika memenuhi persyaratan dan ketentuan klaim maka perusahaan asuransi akan membayarkan klaim asuransi melalui transfer bank terhadap rekening kelompok tani.

 

Diharapkan rekening selalu aktif. Berdasarkan ketentuan dalam polis klaim akan diproses apabila intensitas kerusakan mencapai 75 persen berdasarkan luas petak alami tanaman padi.

 

Pembayaran kalim sebesar 6 juta rupiah perhektar. Pembayaran ganti rugi atas klaim dilaksanakan paling lambat 14  hari kalender sejak Berita Acara Hasil Pemeriksaan Kerusakan. PT Jasindo telah melaksanakan klaim tersebut sesuai dengan prosedur dan tepat waktu sebagai bukti bahwa PT Jasindo telah bekerja secara professional. Hal ini juga akan meningkatkan kepercayaan petani untuk ikut AUTP.

 

Sebagai informasi bahwa petani di Kulon Progo mendapat apresiasi karena keterlibatan petani di Kulon Progo menduduki peringkat pertama se DIY dalam keikutsertaan di AUTP . Petani  sudah merasakan manfaat AUTP sehinga sekarang asuransi ini sudah menjadi culture/budayayang berupa kesadaran dan kebutuhan  bukan lagi karena petani terpaksa dan adanya tekanan.

 

 

 

 

 

 

 

Reporter : Martono Penyuluh Kabupaten Kulon Progo
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018