Tuesday, 07 July 2020


Tarik Milenial Terjun ke Pertanian dengan Kemudahan KUR

30 May 2020, 07:11 WIBEditor : Yulianto

Pemerintah terus mendorong KUR | Sumber Foto:Idha

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian terus mendorong generasi milenial untuk terjun ke sektor pertanian. Salah satu upaya menarik kaum milenial itu, pemerintah memberikan kemudahan dalam mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Upaya untuk menarik generasi muda untuk berkecimpung di sektor pertanian terus dilakukan pemerintah. Apalagi Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa generasi milenial adalah penerus tonggak pembangunan pertanian. Bahkan jauh akan lebih produktif, karena lebih dekat dengan teknologi.     

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi juga mengajak petani milenial yang sudah ada saat ini merangkul generasi muda lainnya di sekitarnya untuk mau berusaha agribisnis. 

Petani tidak boleh hanya tanam, olah dan petik, namun juga harus melakukan kegiatan pasca panen dan pemasaran, sehingga margin yang diterima petani menjadi lebih tinggi, pesannya.

Untuk menarik generasi muda berkecimpung di sektor pertanian, pemerintah memberikan fasilitasi. Salah satu yang sangat diperlukan adalah akses terhadap permodalan, baik yang baru memulai bisnisnya maupun yang akan memperluas usaha. 

Prof. Dedi menyampaikan, kebijakan Kementerian Pertanian kini mendorong generasi muda mau bergerak di sektor pertanian. Pasalnya, pertanian saat ini mengarah ke teknologi 4.0 yang hal itu akan lebih mudah dilakukan para generasi muda.

Petani milenial juga kami harapkan mampu mendorong petani-petani lain di sekitarnya,” katanya saat Webinar “Akses terhadap KUR dan Penyusunan Business plan yang Bankable,”  di Jakarta, Rabu (27/5). Narasumber lainnya, Vice President Hubungan Kelembagaan PT Bank BNI, Muin Fikri; Group Head Government Program Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 PT. Bank BNI, Chandra Bagus Sulistyo. Sebagai moderator Dr. Idha Widi Arsanti, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian. 

Pada kesempatan itu, Muin Fikri menyampaikan, banyak peluang bagi generasi milenial untuk bekerjasama dengan PT. Bank BNI. Diantaranya, menjadi Agen46 di daerah, akses KUR serta pelatihan dan pendampingan. 

Sementara itu Chandra Bagus memaparkan secara lebih detail bagaimana mengakses KUR dan membuat business plan yang bankable. Namun ia mengingatkan, salah satu persyaratan yang penting adalah memiliki e-ktp dan tidak memiliki permasalahan terkait kredit perbankan.   

Diskusi yang dihadiri sekitar 7.500 peserta, baik melalui virtual meeting maupun live streaming banyak mempertanyakan bagaimana persyaratan bisa mendapatkan KUR BNI. “Antusiasme yang cukup besar dari para audience dalam mengikuti webinar tersebut menunjukkan bahwa salah satu aspek yang penting dalam pengembangan usaha agribisnis adalah permodalan,” kata Idha.

Seperti diketahui, salah satu sektor yang harusnya tetap berjalan dan menghasilkan keuntungan bagi pelakunya pada masa pandemi Covid-19 adalah sektor pertanian.  Tanaman pangan dan hortikultura sangat diperlukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional saat ini, sehingga pelakunya yang dapat membaca peluang bisnis, akan meraih banyak manfaat. 

Reporter : Idha W A
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018