Tuesday, 14 July 2020


Volume Pestisida Tepat, Manfaat Didapat

25 Jun 2020, 12:16 WIBEditor : Gesha

Penyemprotan pestisida | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Sebelum menyemprot, volume pestisida yang akan digunakan juga menentukan efektivitas dari pestisida. Seperti apa?

Volume semprot ialah banyaknya larutan pestisida yang digunakan untuk satu luasan tertentu dan umur tanaman tertentu. Volume semprot yang terlalu sedikit akan menghasilkan penyemprotan yang tidak merata, sedang volume semprot yang terlalu banyak mengakibatkan terjadinya pemborosan. 

Oleh karena itu untuk mendapatkan volume semprot yang tepat perlu dilakukan kalibrasi terlebih dahulu. Untuk tanaman hortikultura seperti cabai, bawang merah dan mentimun bisa intip caranya seperti berikut :

• Semprotkan air menggunakan pompa semprot pada pertanaman cabai merah berumur 1 bulan pada lahan seluas 100 m2.

• Ukur volume semprot yang dihabiskan, misalnya sebanyak 2 liter.

• Jika kita memiliki lahan tanaman cabai merah seluas 1.000 meter persegi dengan umur yang sama, maka volume semprot pestisida yang dibutuhkan untuk penyemprotan tanaman tersebut adalah sebanyak 1.000 : 100 x 2 = 20  liter.

Mencampur Pestisida

Umumnya petani melakukan pencampuran lebih dari 2 macam pestisida. Petani cabai merah dan bawang merah di Kabupaten Brebes mencampur 8 macam pestisida untuk mengendalikan OPT pada pertanamannya.

Praktik ini kurang tepat karena pencampuran yang dilakukan secara sembarangan dapat menimbulkan efek antogonistik (saling mengalahkan) atau netral, akibatnya efikasi pestisida tersebut menurun.

Pencampuran pestisida dengan pupuk daun juga tidak dibenarkan karena akan mengakibatkan efikasi pestisida tersebut menurun. Hal ini disebabkan sifat umum pestisida adalah asam sedangkan sifat umum pupuk daun adalah basa.

Jika kedua formulasi tersebut dicampurkan akan menimbulkan efek netral, sehingga efikasi pestisida menurun dan pupuk daun tidak bermanfaat. Selain itu waktu penyemprotan pestisida dan pupuk daun berbeda. Waktu aplikasi pestisida harus dilakukan pada sore hari karena 2 jam setelah aplikasi suhu dan kelembaban udara harus stabil atau turun.

Sedangkan aplikasi pupuk daun harus dilakukan pada siang hari sekitar pukul 09.00-10.00. Hal ini disebabkan pada saat itu stomata atau mulut daun terbuka, sehingga larutan pupuk daun dapat diserap oleh tanaman.

Pencampuran pestisida yang formulasinya berbentuk WP tidak boleh dicampur dengan  formulasi  EC. Pencampuran  kedua  bahan  tersebut  akan  menimbulkan endapan sehingga efikasi pestisida akan menurun dan akan menyumbat lubang spuyer.

Reporter : Tonny Moekasan dan Fauzi Haidar
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018