Sunday, 09 August 2020


Begini Cara Olah Lahan Rawa untuk Kendalikan Keracunan Besi

06 Jul 2020, 14:07 WIBEditor : Gesha

Olah lahan rawa ala petani | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Banjarbaru --- Keracunan besi (Fe) menjadi momok menakutkan bagi petani di lahan sulfat masam. Namun bagi petani, olah lahan yang benar bisa mengendalikan keracunan besi tersebut lho.

"Pemanfaatan lahan rawa pasang surut untuk pembangunan pertanian tidak segampang seperti membalikkan tangan, akan tetapi banyak permasalahan dan kendala yang akan dihadapi dan menjadi faktor pembatas produksi tanaman padi," tutur Kepala Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra),Yiyi Sulaeman kepada tabloidsinartani.com.

Namun dari pengalaman petani suku Banjar, Bugis dan Melayu dalam membuka dan mengelola lahan rawa pasang surut, lahan rawa ini sangat menjanjikan dalam rangka penyediaan pangan nasional apabila dikelola secara tepat, benar dan komprehensif serta adanya sinergisitas antara komponen teknologi yang diterapkan.

 

Peneliti dari Balittra, R. Smith Simatupang menuturkan inovasi teknologi olah tanah kovervasi di lahan sulfat masam, ada dua cara yang dapat dilakukan, yakni penyiapan lahan tanpa olah tanah (TOT) menggunakan herbisida. Cara kedua adalah Sistem olah tanah sempurna bersyarat (OTSB), dilakukan secara konvensional dapat menggunakan cangkul, bajak maupun dengan traktor.

Untuk olah tanah bersyarat, dilakukan dengan beberapa persyaratan, antara lain, kedalaman olah tanah tidak melebihi dari 20 cm, idealnya sekitar 12 – 15 cm. Kedalaman olah tanah dipertahankan tetap di atas lapisan pirit yang terdapat di dalam tanah sehingga pirit tidak terganggu.

"Sewaktu mengolah tanah, sawah harus dalam keadaan berair (tergenang/suasana reduksi), dan mempertahankan keadaan sawah tetap tergenang. Dengan penerapan ke dua sistem penyiapan lahan tersebut, pirit yang ada di dalam tanah tidak terganggu dan tetap stabil sehingga tanaman padi bebas dari keracunan besi," jelas R.Smith.

Produksi Meningkat

Sistem olah tanah konservasi (OTK) menunjukkan kinerja yang baik di lahan rawa pasang surut lahan sulfat masam. Untuk cara TOT menggunakan herbisida, lahan dapat disiapkan sampai siap tanam dan tidak mengusik pirit yang ada di dalam tanah sehingga tanaman padi tumbuh sehat, terhindar dari keracunan besi dan memberikan hasil padi yang tinggi. 

Hasilnya, produksi padi meningkat sekitar 25–30% (bertambah 0,60 – 0,85 ton GKG/ha), dan secara ekonomi layak dikembangkan dengan nilai R/C-ratio = 1,44 dibanding dengan cara konvensional (tajak). Pada pola tanam dua kali setahun (IP-200), sistem tanpa olah tanah memberikan hasil padi sampai 8,27 ton GKG/ha, meningkat 10,2 persen.

Pada sistem OTSB penggunaan alat dan mesin pertanian seperti traktor roda dua dapat diterapkan untuk mempersiapkan lahan pada budidaya padi di lahan rawa pasang surut. Hal yang penting diperhatikan adalah persyaratannya sehingga kinerja dari sistem OTSB ini memberikan hasil yang baik. Hasil penelitian bahwa pertanaman padi dimana lahannya dipersiapkan dengan sistem OTSB, tanaman padi tumbuh sehat dan terhindar dari keracunan besi, hasil padi yang diperoleh meningkat sekitar 12,1 persen.

Berdasarkan beberapa hasil penelitian, dapat dijelaskan bahwa sistem olah tanah konservasi baik tanpa olah tanah menggunakan herbisida maupun sistem olah tanam sempurna bersyarat sangat efektif mengkonservasi pirit di dalam tanah.

Saat menyiapkan lahan dengan sistem TOT, tanah tidak diolah tetapi disiapkan supaya dapat ditanami dengan cara merebahkan gulma yang sudah mati (rolling), sehingga pirit tidak terganggu. Mengolah tanah dengan sistem OTSB, tanah diolah maksimal pada kedalaman kurang dari 20 cm sehingga pirit di dalam tanah tidak terusik dan tetap pada posisinya karena tidak diusik.

Dalam penerapan sistem OTSB, sangat diperlukan dukungan sistem pengelolaan air, karena tanpa pengelolaan air yang baik, maka sistem OTSB tidak dapat diterapkan secara benar, dan hasilnya juga tidak maksimal. 

Reporter : R. Smith Simatupang/Vika M
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018