Sunday, 09 August 2020


KUR Pertanian, Petani Makin Mudah dan Murah Dapatkan Modal

13 Jul 2020, 12:23 WIBEditor : Gesha

KUR untuk petani | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Akses permodalan memang menjadi faktor yang diperlukan petani untuk bisa meningkatkan permodalan dan menembus pasar.

“KUR itu pembiayaan  yang lebih murah dan bisa diakses petani. Ada yang mengaku bisa mendapatkan pembiayaan bunga 4 persen per bulan. Sedangkan KUR bunganya sudah turun ke 6 persen dan pembayarannya bisa disesuaikan. Bisa dibayar satu ketika panen, kalau 4 bulan hitungan bunganya hanya Rp 1600 saja, lebih mudah dan murah,” tukas Kepala Divisi Usaha Kecil PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Bambang Setiatmojo.

Jika petani takut gagal panen ketika akan membayar KUR, Bambang menjelaskan dalam penyaluran, peserta KUR akan diikutsertakan juga dalam program Asuransi Usaha Tani Pertanian (AUTP) yang dijamin oleh Jasindo. “Di BNI selalu berupaya akses pembiayaan mudah dan murah juga dikombinasikan dengan skema lain. Apalagi untuk yang hanya miliki luasan kurang dari 1 hektar, bisa pakai skema pendampingan yang dilakukan dengan Dinas Pertanian setempat,” tuturnya.

Bambang sendiri mengaku bahwa BNI tengah mempersiapkan Collection agent yang bisa menjadi Agent 46. Mereka ini adalah BUMDes, Pengurus Poktan, hingga Agen pupuk/benih. “Mereka yang akan memberikan rekomendasi kepada petani untuk mengajukan KUR, Kemudian menjadi kolektor dalam pengumpulan data petani sekaligus membantu penyerapan hasil panen petani kepada off taker,” jelasnya.

Pola pembiayaan yang diberikan kepada UMKM dikelompokkan atas dasar tiga kondisi kemampuan usaha. Pertama, UMKM yang potensial feasible namun belum bankable, pola pembiayaan diberikan melalui skema kemitraan. Kedua, UMKM yang telah feasible namun belum bankable, pola pembiayaan diberikan dalam bentuk skema subsidi atau pinjaman dengan subsidi bunga oleh pemerintah lainnya. Ketiga, UMKM yang feasible dan bankable, diberikan fasilitas kredit komersil segmen kecil.

Untuk diketahui, BNI terus berinovasi dalam menyalurkan KUR mulai dari penyaluran berbasis klaster, penetrasi pasar orange zone di sekitar outlet BNI, value chain financing mitra usaha dari debitur korporasi baik pada komoditas pertanian, perikanan dan perdagangan.

BNI secara konsisten menyalurkan permodalan kepada para petani dalam bentuk KUR Tani dengan pola pembiayaan langsung kepada petani (one on one). Pada tahun 2019, telah tersalurkan sebanyak Rp 1,54 Triliun kepada 118.701 petani di seluruh daerah di Indonesia.

Bambang mengaku terjadi tren pertumbuhan debitur sektor pertanian, dari semula hanya 970 petani pada 2015 menjadi lebih dari 150 ribu petani pada 2019. Meskipun behitu, penyaluran KUR sektor pertanian tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Hal ini tercermin dari kolektibiltas kredit yang terjaga dengan baik sebesar 99 persen. "Ada 16,9 juta petani tersebar di 13 provinsi atau 47 persen dari total petani yang terdata di RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok tani) BNI. RDKK dibutuhkan sebagai database pertanian yang kami jadikan nasabah BNI untuk penyaluran," pungkasnya. 

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018