Saturday, 15 August 2020


Motor Roda Tiga untuk Petani Cianjur

22 Jul 2020, 15:51 WIBEditor : Yulianto

Pemerintah berikan bantuan sarana dan sarana pertanian | Sumber Foto:Humas Ditjen Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Cianjur---Untuk meningkatkan daya saing, Kementerian Pertanian memberikan bantuan sarana dan prasarana pasca panen, salah satunya motor roda tiga kepada petani hortikultura di Kabupaten Cianjur.

"Saya dan anggota merasa terbantu semoga bantuan ini dapat meringankan biaya transportasi dan meningkatkan pendapatan para anggotanya,” kata Ketua  Kelompok Tani Hasil Bumi, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Sendi Putrama Ensi.

Sendy menambahkan, bantuan di masa new normal ini dapat memotivasi produksi petani sekaligus mobilisasi pasca panen. Dengan demikian ketersediaan produk pertanian dapat diperoleh dengan cepat. Baik itu kebutuhan bagi masyarakat Desa Cipanas maupun warga kota Jakarta.

“Semoga dengan bantuan ini kami dapat mengembangkan pemasaran seluas mungkin,” terangnya. Seperti diketahui, Kabupaten Cianjur merupakan salah satu daerah penyangga kebutuhan konsumsi DKI Jakarta untuk komoditas cabai, tomat, bawang merah, bawang putih, brokoli, wortel dan tanaman sayuran daun lainnya.

Ketua Kelompok Tani Mandiri, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jana Rojana juga mengaku mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. “Ini merupakan stimulus bagi kami, petani hortikultura untuk lebih semangat lagi dalam berbudidaya. Bantuan ini tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok tani,” ujar Jana.

Ketua Poktan Mekartani, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Deni Setiawan juga merasakan hal yang sama dan bersyukur karena apa yang selama ini diharapkan menjadi kenyataan. Dirinya juga berharap bantuan ini dapat digunakan dan dirawat sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan usaha tani hortikultura.

“Selama ini kami kesulitan untuk mengangkut produk kami. Terkadang produk mengalami kerusakan pada saat pengangkutan maupun proses pascapanen. Sekarang dengan adanya bantuan ini kami berharap dapat mengurangi kerusakan yang kerap terjadi,” papar Deni.

Sementara itu Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Cianjur, Mamad Nano menjelaskan bantuan APBN ini membantu para petani. Karena itu, pihaknya berkomitmen terus mengawal kegiatan ini. Kami berharap hal ini dapat terus berkembang untuk kesejahteraan petani kami,” ujarnya.

Bantuan pemerintah, lanjutnya, diharapkan dapat langsung berdampak ke petani secara luas di Kabupaten Cianjur, sehingga bantuan yang diberikan boleh sia-sia. “Petani yang mendapatkan bantuan dapat memanfaatkan secara berkelanjutan, produksi jalan terus, Jika tidak bermanfaat, akan diambil alih oleh dinas dan diberikan kepada kelompok yang serius dan lebih membutuhkan,” tegas Nano.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Bambang Sugiharto, meminta petani terus melakukan aktifitas usaha tani pada saat pandemi. Karena itu pihaknya akan terus mendorong dan mengawal pelaksanaan di lapangan. 

“Kami telah menyusun SOP yang jelas dalam hal pelaksanaan pemberian bantuan. Kami berupaya mempercepat serah terima bantuan sarana pascapanen hortikultura demi hasil produksi yang berdaya saing,” terang Bambang.

Secara terpisah, Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto menyampaikan pembangunan hortikultura ke depan dilaksanakan secara sinergis dari hulu sampai ke hilir. Pengembangan kawasan hortikultura yang ramah lingkungan, tersertifikasi dan bernilai tambah merupakan suatu keniscayaan yang akan diprioritaskan.

 

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018