Sunday, 24 January 2021


Ditjen PSP Kementan Percepat Penanaman di Lokasi Food Estate

21 Aug 2020, 15:14 WIBEditor : Ahmad Soim

Percepatan tanam di lokasi food estate | Sumber Foto:Dok Humas Kementan

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Kalimantan Tengah - Gerak cepat dilakukan Diten Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) untuk memaksimalkan pertanian di lokasi Food Estate Kalimantan Tengah. Ditjen PSP mempercepat pengolahan lahan agar lokasi tersebut bisa segera ditanami.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, insan Kementerian Pertanian harus bergerak cepat agar program Food Estate bisa berjalan maksimal dan mendapatkan hasil optimal.

“Food Estate adalah program ketahanan pangan yang digerakkan pemerintah dengan melibatkan sejumlah kementerian. Kita di Kementerian Pertanian harus bergerak cepat dengan mengolah lahan, agar bisa segera tanam dan mendapatkan panen. Semua harus bergerak cepat mendukung program pemerintah,” kata Mentan SYL.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, bergerak cepat menjalankan instruksi itu. Kamis (20/08/2020), Sarwo Edhy meninjau langsung sejumlah lokasi Food Estate.

BACA JUGA:

Kembangkan Food Estate di Kalteng, Kementan Gandeng Kementerian PUPR dan Pertahanan

Ini Dukungan Kementan Wujudkan Food Estate di Kalteng

Begini Kontribusi BPPSDMP untuk Food Estate Indonesia

Lokasi pertama yang dikunjungi Sarwo Edhy adalah lokasi surjan di Desa Tahai Baru, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau. 

Pada daerah ini rencana seluas 700 hektare akan diolah menjadi lahan food estate.

“Kita hadir di sini untuk langsung mengeksekusi instruksi dari Presiden dan Menteri Pertanian agar produksi pertanian dari lokasi Food Estate bisa optimal. Kita juga akan menyerahkan sejumlah bantuan untuk food estate,” katanya.

Menurut Sarwo Edhy, salah satu bantuan yang akan diberikan Ditjen PSP adalah bantuan alat dan mesin pertanian. Dijelaskannya, bantuan ini bukan ditujukan ke kelompok tani tapi membentuk Brigade Alsintan.

“Kita akan bantu alsintan untuk petani, alsintan itu bukan untuk diserahkan ke poktan tapi merupakan Brigade yang akan dibentuk,” tuturnya.

Rencananya, di lokasi Food Estate akan dibentuk 30 kluster. Nantinya, 1 kluster itu akan menangani lahan seluas 1000 hektare dengan berbagai macam tanaman.

“Mudah-mudahan cara ini bisa menjadi contoh bagi kecamatan dan kabupaten lain di luar Kalimantan Tengah. Dan kita kembangkan terus contoh food estate secara nasional. Tujuannya adalah lebih mensejahterakan petani dan menjaga ketahanan pangan,” katanya.

Reporter : kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018