Senin, 17 Juni 2024


Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier di Sukabumi Naikkan IP

05 Sep 2020, 06:18 WIBEditor : Ahmad Soim

Pembangunan RJIT di Sukabumi | Sumber Foto:Dok Humas Ditjen PSP

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi - Untuk meningkatkan produktivitas pertanian,  kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dilakukan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), di Desa Gandasoli, Sukabumi. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan salah satu hal penting yang harus dilakukan untuk memaksimalkan pertanian adalah melakukan water management. 

“Dengan water management seperti yang dilakukan kegiatan RJIT, kita sudah memastikan ketersediaan air untuk lahan persawahan. Jadi, meski harus menghadapi musim kemarau petani tidak perlu khawatir karena ketersediaan air tetap terjaga,” katanya, Jumat (4/9/2020).

BACA JUGA:

Gandeng PLN, Penggunaan Energi Listrik untuk Pertanian Turunkan Biaya 50-60 Persen

Alokasi Berkurang, Pupuk Bersubsidi di Tingkat Petani Langka

Naikkan HET dan Pangkas HPP, untuk Tambah Alokasi Pupuk Bersubsidi

Dirjen PSP Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mengatakan hal serupa. “Air adalah komponen penting dalam pertanian. Dan kita di Ditjen PSP ingin memastikan jika aliran irigasi yang ada tidak bermasalah. Sehingga pertanian tidak terganggu dan produksi tetap terjaga,” katanya. 

Ditambahkan Sarwo Edhy, kegiatan RJIT bukan hanya memperbaiki saluran irigasi bermasalah. “RJIT juga dilakukan untuk memaksimalkan dan menambah luas lahan yang terairi. Sehingga produktivitas bisa meningkat, dan ketahanan pangan tetap terjaga,” tuturnya. 

Salah satu kegiatan RJIT Ditjen PSP ada di Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini telah memberikan dampak pada peningkatan indeks pertanaman (IP) dan mendongkrak kesejahteraan petani. Contohnya RJIT yang telah dibangun di Desa Gandasoli, Kecamatan Cikakak,  telah mampu mendongkrak indeks pertanaman yang awalnya hanya dua kali tanam menjadi tiga kali tanam (IP300)

Menurut salah seorang petani, Ahmad, yang menjadi anggota Kelompok Tani Bina Tani di wilayah tersebut, dengan adanya jaringan irigasi ia dan petani sekitarnya telah bisa menanam tiga kali setahun.  "Alhamdulillah setelah adanya jaringan irigasi, setiap panen dapat 1,5 ton, dan  setahun bisa tiga kali", tuturnya.

Ahmad sendiri mwmiliki lahan yang tidak terlalu luas, hanya lima patok atau sekitar 2000 meter persegi. Namun hasil panen padinya dapat membantu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan keluarganya.

Pembangunan RJIT di Desa Gandasoli didasarkan pada adanya sumber air yang tak pernah berhenti mengalir mengairi lahan sawah dengan luasan sekitar 45 hektar. 

Dengan kondisi lahan yang menurun atau menanjak, sehingga sawah tersebut dibuat secara terasering. Air dialirkan dari jaringan irigasi melalui  lubang di galengan dengan bahan bambu. 

Aliran air terus mengalir ke sawah yang lokasinya ada di paling bawah. Semua petani mendapat air yang merata. Semuanya bisa panen bareng.

Reporter : kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018