Saturday, 24 October 2020


Rehabilitasi Irigasi Tersier di Nganjuk, Tingkatkan Produksi Padi

24 Sep 2020, 16:04 WIBEditor : Ahmad Soim

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier di Nganjuk | Sumber Foto:Dok Humas Ditjen PSP

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Nganjuk - Untuk menambah luas tanam,  Kementerian dilakukan kegiatan padat karya Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Kegiatan ini dilakukan di Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan irigasi termasuk dalam water management yang bisa mendukung kegiatan pertanian.

“Irigasi dibutuhkan untuk menyaluran air ke lahan-lahan pertanian. Hal ini sangat dibutuhkan, apalagi dalam kondisi musim kemarau seperti ini. Kementerian Pertanian memastikan saluran irigasi ke lahan-lahan milik warga tidak bermasalah dengan melakukan RJIT,” tutur Mentan SYL, Kamis (24/9/2020).

Dirjen PSP Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mengatakan RJIT bukan hanya untuk memulihkan saluran irigasi, tetapi juga meningkatkan produksi.

“Dengan RJIT, kita bukan hanya mencoba memaksimalkan kembali saluran irigasi, tetapi mencoba menambah luas areal tanam. Sehingga dampaknya akan terasa pada peningkatan produksi dan tentunya harapannya kita berdampak pada peningkatan IP,” tuturnya.

Pengerjaan RJIT di Desa Sonoageng, Kecamatab Prambon, Nganjuk, dilakukan oleh Poktan Krido Tani II. Luas areal lahan yang terairi dari kegiatan ini adalah 50 hektare.

RJIT yang dikerjakan memiliki panjang 204 meter, lebar 0,6 meter, dan tinggi 0,6 meter, dengan memanfaatkan sumber air dari daerah irigasi Mrican Kiri.

Ketua Poktan Krido Tani II Abdul Majid, mengatakan RJIT memiliki manfaat yang sangat dirasakan petani.

“Saluran irigasi sangat dibutuhkan. Selain untuk memperlancar distribusi air irigasi juga menjaga pertanaman agar tetap bisa tanam padi setahun 3 kali (IP 300),” tuturnya.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018