Saturday, 24 October 2020


Cirebon Lakukan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier

25 Sep 2020, 12:57 WIBEditor : Ahmad Soim

RJIT di Cirebon | Sumber Foto:Dok Humas Kementan

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Cirebon - Petani di Kecamatan Panguragan, Kab Cirebon, Jawa Barat merasakan program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dari Kementan yang bisa mengairi lahan seluas 100 hektare.

 Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan kegiatan RJIT dilakukan untuk memastikan lahan pertanian mendapatkan irigasi yang akan menjamin kebutuhan air hingga panen.

“Pengelolaan air  dilakukan petani untuk memastikan lahannya bisa terus berproduksi. Pengelolaan air bisa dilakukan salah satunya dengan cara merehabilitasi jaringan irigasi. Sehingga air benar-benar dipastikan mengalir ke lahan pertanian. Pengaturannya pun tepat,” terang Mentan SYL, Jumat (25/9/2020).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy mengatakan RJIT dilakukan untuk mendukung aktivitas pertanian.

“RJIT bukan hanya membenahi saluran irigasi yang bermasalah. Tetapi juga memaksimalkan *fungsi* saluran, agar luas areal tanam bisa bertambah. *Sehingga diharapkan indeks pertanaman dan provitasnya pun meningkat*,” tuturnya.

Kegiatan RJIT ini dikelola Kelompok Tani di Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Cirebon. Kelompok tani yang diketuai Makdori ini memiliki lahan seluas 37 hektar yang ditanami padi *dan sesekali ditanami jagung saat ketersedian air berkurang*.

“Bantuan rehabilitasi jaringan irigasi tersier melalui dana APBN sebesar Rp 55 juta, dengan target 140 meter, berkat swadaya  masyarakat realisasi jaringan yang dibangun mencapai panjang 162 meter.  

Dengan adanya Rehabilitasi Jaringan ini, dirasakan sangat manfaat sekali karena, air yang datang dari saluran sekunder menjadi lancar dan sampai ke lahan dengan waktu lebih cepat,” kataya. 

Makdori menambahkan, hal ini memudahkan pengaturan *dalam pembagian air* karena tidak gampang bocor dan tidak meluap ke lahan sawah yang tidak membutuhkan. Bahkan, aliran air dari RJIT bisa mengairi lahan milik kelompok tani lain disekitarnya, kurang lebih 100 ha 

“Petani disekitarnya sangat terbantu adanya bantuan rehabilitasi jaringan irigasi. Karena air cukup mengairi lahan di Desa Panguragan Wetan, sekitar 173 hektare. Karena air cukup, pertumbuhan padi lebih baik dan panen insya Allah produktivitas meningkat,” katanya.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018