Saturday, 24 October 2020


Bantuan Saprodi Plus Bimtek Ramah Lingkungan untuk Petani Cabai

08 Oct 2020, 11:06 WIBEditor : Yulianto

Bantuan saprodi untuk petani cabai | Sumber Foto:Humas Ditjen Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Probolinggo---Pemerintah tak ingin petani sekadar menerima bantuan dari pemerintah, tapi setelah itu tak bisa memanfaatkan bantuan tersebut. Karena itu, kini tiap bantuan disertakan bimbingan teknis.

Misalnya bantuan saprodi (sarana produksi) untuk pengembangan kawasan cabai di Kabupaten Probolinggo dan Banyuwangi masing-masing 30 ha dan Kabupaten Serang seluas 16 ha. Selain bantuan saprodi, petani juga dibekali bimbingan teknis budidaya cabai ramah lingkungan.

Selain lebih sehat untuk dikonsumsi, pola tanam ramah lingkungan dapat mendorong produksi lebih optimal, sehingga meningkatkan pendapatan petani. Selain itu hasil produksinya juga lebih berdaya saing.

Petani pun menyambut baik bantuan pemerintah ini. Ketua Kelompok Tani Surya Makmur Empat, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Sarino berterima kasih karena terpilih sebagai salah satu kelompok penerima bantuan.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Didik Tulus Prasetya meminta petani mampu mengadopsi teknologi baru seperti penggunaan benih hibrida, termasuk menerapkan budidaya ramah lingkungan. “Kami mengarahkan untuk melakukan pengukuran produktivitas varietas cabai yang ditanam, sehingga bisa membandingkan hasilnya dengan varietas lokal,” katanya.

Untuk itu Didik berharap petani melakukan pencatatan. Catatan yang biasa disebut log book, ini bisa menganalisis faktor mana yang penting dan menguntungkan, serta yang perlu dikurangi untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Didik menjelaskan, pertanaman cabai dilakukan Oktober-November, di luar jadwal kebiasaan tanam petani. Meskipun demikian, pihaknya memiliki alasan tersendiri memilih waktu tanam tersebut.

"Memang bulan tersebut melawan musim tanam cabai di Kabupaten Probolinggo, tapi jika petani bertanam di bulan tersebut akan menemui harga bagus di saat panen di bulan Januari-Februari nanti," tegas Didik.

Direktorat Jenderal Hortikultura memberikan bantuan sarana produksi untuk komoditas cabai dan tanaman obat di beberapa kabupaten di antaranya Probolinggo, Banyuwangi dan Serang. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Tommy Nugraha, menyampaikan, program Direktorat Jenderal Hortikuktura terus berjalan meskipun ditengah badai pandemi. Hal ini tak lain bertujuan mendorong petani terus bersemangat di lahan sehingga kebutuhan pangan negeri ini tetap tercukupi.

"Hari ini saya menugaskan eselon III, IV dan staf untuk serah terima bantuan saprodi cabai dan tanaman obat di Probolinggo, Banyuwangi dan Serang. Kami juga membekali petani dengan bimbingan teknis budidaya cabai ramah lingkungan," ujar Tommy.

Kementerian Pertanian sebagai garda terdepan pangan tak lengah menjamin ketersediaan pangan khususnya di tengah pandemi covid-19. Hal itu terlihat dari pertumbuhan kinerjanya yang masih menunjukkan neraca positif hingga kuartal III ini. Tak hanya itu Kementan juga terus berupaya menjaga pendapatan petani dengan memberikan bantuan dan bimbingan selama berproduksi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak semua ASN pertanian, baik pusat maupun daerah bersinergi dan tetap bekerja keras merealisasikan semua program pembangunan pertanian. Bahkan mendorong jajarannya mempercepat pengadaan bantuan, memberikan bimbingan teknis serta kegiatan lain agar produksi tetap terjaga.

 

Reporter : Humas Kementan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018