Sunday, 29 November 2020


Mentan SYL Minta Alsintan Utamakan Bahan Baku Lokal

11 Nov 2020, 08:50 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian melihat berbagai alsintan di BBP Mektan | Sumber Foto:Nattasya

TABLOIDSINARTANI.COM, Serpong --- Memperkuat mekanisasi di Indonesia, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta agar produksi alsintan mengutamakan bahan baku lokal.

Ketika mengunjungi Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan), Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) melihat beragam prototipe alsintan yang dikembangkan dalam mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern.

Dirinya melihat kesiapan dari sains dan riset dalam mengembangkan alsintan di Indonesia sudah cukup baik, hanya saja membutuhkan dorongan yang lebih kuat dari berbagai pihak, terutama industri mesin yang bermodal kuat untuk memperbesar porsi komponen lokal untuk alat dan mesin pertanian.

Menurutnya, apabila kemampuan produksi alat dan mesin pertanian dari lokal bisa diperbesar, pemerintah bisa memiliki daya intervensi yang kuat untuk terus meningkatkan penggunaan teknologi industri 4.0 dalam pertanian tradisional.

"Kita dorong kemampuan lokal yang didorong dengan kerjasama berbagai pihak itu sehingga kita bisa tidak terintervensi secara besar dengan impor mekanisasi  yang bisa kita lakukan," ungkapnya kepada awak media termasuk tabloidsinartani.com, Selasa (10/11).

Dirinya mencontohkan pembuatan sprinkle di dalam negeri bisa menggunakan prototipe yang dikembangkan Balitbangtan dan diproduksi massal oleh UMKM menggunakan mold (cetakan), sehingga potensi lokal bisa tergali.

"Tentu ini butuh proses, dan butuh dukungan dari pemerintah daerah untuk memajukan industri alat dan mesin pertanian hasil dari lokal," ujarnya.

Mentan SYL juga menyebut, pemerintah akan terus mengajar investor-investor asing produsen alat dan mesin pertanian untuk membangun pabrik di Indonesia. Dengan begitu, diharapkan terjadi transfer teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri.

"Kita akan coba melapor presiden untuk mengajak berbagai pihak, kita harus terbuka seperti negara lain juga terbuka jika industri kita ingin masuk berinvestasi," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Fadjry Djufri mengaku BBP Mektan sebagai salah satu UPT Balitbangtan fokus mengembangkan prototipe alsintan dan teknologi 4.0 yang sebanyak-banyaknya menggunakan kandungan bahan baku lokal.

Fadjry menyebutkan setidaknya sudah ada 3 jenis alsintan yang tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 79 persen yaitu Drone Penebar Benih, Drone Penebar pupuk dan sprayer. 

"Balitbangtan kembali akan mengajak para produsen alat dan mesin pertanian swasta untuk menjadi mitra pemerintah pemegang lisensi untuk kebutuhan produksi massal," tuturnya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018