Thursday, 17 June 2021


Presiden Jokowi Tagih Hasil Subsidi Pupuk

11 Jan 2021, 12:30 WIB

Pemerintah selalu memberikan subsidi pupuk kepada petani | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mempertanyakan hasil return dari subsidi pupuk yang selalu digelontorkan pemerintah dalam mendukung pembangunan pertanian.

"Saya jadi ingat dengan pupuk. Berapa puluh tahun kita subsidi pupuk?Setahun kita berapa subsidi pupuk?Rp 30 Trilliun?Seinget saya, Rp 33 Trilliun," tutur Jokowi ketika membahas persoalan besar yang selalu terjadi di sektor pertanian nasional dalam Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2021 di Istana Negara, Senin (11/1) yang diikuti tabloidsinartani.com melalui kanal live streaming.

Kepala Negara mempertanyakan dampak dari penyaluran subsidi pupuk terhadap negara yang dirasakan belum memberikan kontribusi yang signifikan. "Return nya apa?Apakah Produksi melompat naik?Saya tanya kembaliannya (ke negara) apa?Kalau sudah 10 tahun (subsidi pupuk digelontorkan), sudah mencapai Rp 330 Trilliun. Itu angka yang besar sekali," ucapnya dengan nada tinggi.

Dirinya menilai, ada yang salah dengan pembangunan pertanian yang selama ini dilakukan dan minta untuk dievaluasi. "Kalau setiap tahun keluarkan subsidi pupuk sebesar itu, kalau tidak ada lompatan di sisi produksi berarti ada yang salah..ada yang enggak bener disitu," tegasnya.

Seperti diketahui, catatan tabloidsinartani.com dari Kementerian Pertanian, pada tahun 2017, subsidi pupuk dianggarkan Rp 31,3 Trilliun bagi petani. Sedangkan di tahun 2018, anggaran subsidi pupuk menurun menjadi Rp 28,5Trilliun, dan di tahun 2019 menjadi Rp 29 Trilliun serta Rp 29.5 Trilliun di tahun 2020.

Sedangkan data dari BPS, sejak tahun 2018 hingga 2020, produksi nasional tanaman pangan naik turun. Contohnya di tahun 2018, data dari BPS menyebutkan produksi nasional padi adalah 59 juta ton, sedangkan di tahun 2019, menurun ke angka 54,6 juta ton. Begitupula di tahun 2020, memiliki produksi dengan angka sementara 55,16 juta ton.

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018