Friday, 26 February 2021


BUMP Pupuk, Kenapa Tidak?

17 Feb 2021, 15:53 WIBEditor : Gesha

Mencampur pupuk bisa menjadi usaha BUMP Pupuk | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Petani selama ini mengeluhkan keberadaan pupuk yang sering langka. Karena itu keberadaan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) yang mampu memproduksi maupun blending pupuk akan membantu ketersediaan dan distribusi pupuk ke petani. Salah satu contoh keberhasilan BUMP Pupuk tersebut ada di Ngawi, Jawa Timur.

"Saat itu Ngawi tengah kesulitan mendapatkan pupuk subsidi, stoknya terbatas. Waktu itu saya melihatnya langsung ke PT Pupuk Kujang bagaimana proses pencampuran (blending). Dan ditawarkan Ngawi untuk bisa membuat sendiri dengan peralatan blending yang sederhana," ungkap Direktur Giri Sejahtera Mandiri - BUMP Ngawi, Sudiro Djojoatmodjo saat  FGD Pupuk Alternatif yang diselenggarakan Sinar Tani di Jakarta, Rabu (17/2).

Sudiro mengungkapkan pendirian BUMP di Ngawi ini awalnya menjadi penyempurnaan dari Koperasi Unit Desa (KUD) yang menjual beragam sarana produksi pertanian seperti pupuk. "Awalnya memang hanya menjadi pengecer pupuk, kemudian menjadi distributor pupuk dari PT Pupuk Kujang dan akhirnya menjadi pabrik blending dari NPK Pupuk Kujang," tuturnya.

Pabrik blending pupuk ini per hari bisa mencampurkan pupuk sebanyak 170 ton per hari. Perkembangan tanaman dari pupuk ini semakin bagus dan petani semakin senang. Bahkan tetangga Kabupaten Ngawi seperti Nganjuk, Tuban Bojonegoro, Lamongan, Madiun dan Gresik, sampai mengambil NPK blending Pupuk Kujang di Ngawi.

Sudiro bahkan menjamin, kualitas pupuk blending ini berkualitas karena setiap minggu harus kirim ke Laboratorium di Universitas Brawidjaya Malang. "Kita tidak sembarangan blending karena ada kerjasama dengan Pupuk Kujang dan selalu mendampingin dari teknoogi dan formulasi. Bahkan dengan adanya pupuk blending NPK 30 6 8 dari Pupuk Kujang, petani lebih suka karena cukup dipupuk 1 macam saja, sudah semua tercukupi. Sebelumnya, kalau pupuk tunggal, petani cenderung sembrono menggunakan pupuk," tuturnya.

Sayang, usaha BUMP Ngawi untuk memproses pupuk blending ini hanya bertahan 1 tahun saja seiring dengan Peraturan Zonasi Pupuk yang tidak memperbolehkan produk Pupuk Kujang beredar diluar Jawa Barat. Diakuinya, hingga sekarang banyak petani yang menyesalkan sistem zonasi pupuk ini.

"Kali ini kita gunakan pupuk organic murni yang kandungannya mirip dengan NPK Kujang 30 6 8, kita kenalkan kepada petani. Tidak usah disemprot dengan pestisida. Hasilnya bagus,dan produknya sehat sehingga tidak ada pestisida yang masuk ke dalam tanaman," tuturnya.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018