Friday, 26 February 2021


Petani Indramayu Terbiasa Mencampur Sendiri Pupuk

17 Feb 2021, 17:40 WIBEditor : Gesha

Petani Indramayu biasa mencampur sendiri | Sumber Foto:Agus

TABLOIDSINARTANI.COM, Indramayu --- Setiap musim tanam, petani di Indramayu sudah terbiasa melakukan sendiri pencampuran pupuk urea, TSP, dan KCL.

Seperti yang dilakukan petani di Blok Ki Bubat, Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Junaidi ketika musim rendeng, Desember 2020 silam. 

"Enggak bisa sembarangan mencampurnya. Harus tahu aturannya, kalau enggak tanaman malah rusak," tuturnya. 

Ketiga jenis pupuk yang dicampur adalah Urea, TSP, dan KCL. "Biar hemat tenaga dan cepat aja ngasih pupuknya," timpal Karyadi, adik dari Junaidi.

Pupuk yang ditebar ke tanaman padi itu, merupakan pemupukan susulan pertama yang dilakukannya saat padi berumur 10 hari setelah tanam (HST). Pupuk yang digunakan adalah urea 75 kg/ha, SP-36 100 kg/ha dan KCL 50 kg/ha. 

"Nah, pemupukan susulan kedua diberikan saat tanaman padi berumur 21 HST hanya menggunakan pupuk urea sebanyak 150 kg/ha," ujarnya.

Sebaiknya, memberikan pupuk urea saat tanaman masuk usia 40 hari (saat mulai membentuk malai atau gabah). Jangan berikan pupuk sebelum padi masuk usia tersebut karena hanya akan membuat pembentukan malai kurang baik. 

Saat padi masih berusia muda misalnya (0-2 minggu, maka tanaman padi masih tumbuh dengan lambat sehingga belum terlalu membutuhkan urea. Namun, untuk tanaman padi muda jelas sangat membutuhkan fosfor (P), kalium (K), dan sulfur (S).

Selain pemberian pupuk blending, waktu pemupukan juga wajib diperhatikan petani. Apabila menyebarkan pupuk pada waktu yang salah bisa menyebabkan pupuk tidak terserap dengan baik dan tanaman padi pun tidak mendapatkan nutrisi yang diperlukan.

"Sekitar pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Dan embun sudah tidak nampak di permukaan daun. Jika tidak sempat memberikan saat pagi har, bisa juga diberikan saat sore hari sekitar pukul 16.00 WIB. Juga jangan diberikan saat hujan atau mendung karena berpotensi menghilangkan pupuk," katanya.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018