Friday, 26 February 2021


Mengapa Pupuk Bersubsidi Diberikan Lapisan Berwarna?

17 Feb 2021, 18:27 WIBEditor : Gesha

Pupuk NPK asli dan palsu | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Di kalangan petani, ada anggapan Pupuk subsidi yang diberikan lapisan warna (coating) cenderung lebih sulit diserap oleh tanaman. Apakah benar?

"Coating itu sebenarnya agar tahan lama, kalau tidak dicoating, akan menggumpal dan keras," ungkap mantan Direktur PT. Pupuk Kujang, M. Husein saat FGD Pupuk Alternatif untuk Petani yang digelar Sinar Tani, Rabu (17/2).

Husein mengaku ada beberapa pupuk yang tidak dicoating, untuk keperluan industri. "Biasanya untuk segera dipakai, tidak untuk didistribusikan. Contohnya Urea dipakai juga di pabrik Ajinomoto," tuturnya 

Dirinya menambahkan, kalau dicoating memang memerlukan waktu untuk menjadi pecah, bisa butuh waktu 15 hari- 1 bulan. 

Sementara itu, Direktur Giri Sejahtera Mandiri - BUMP Ngawi, Sudiro Djojoatmodjo mengatakan petani Ngawi lebih menyukai pupuk yang dilapisi demikian karena  bersifat slow release.

"Apalagi ketika dipupuk dengan NPK Kujang 30,6 8 dari umur awal sampai padi dipungut, daun benderanya masih hijau. Sehingga pengisian gabah lebih sempurna. Dengan pupuk tunggal yang di coated sehingga dosis pemupukan semakin berkurang dibandingkan pupuk," ungkapnya.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018