Sunday, 28 February 2021


Begini Teknik Blending Dapatkan Pupuk Majemuk

22 Feb 2021, 15:32 WIBEditor : Gesha

Mencampur pupuk dengan molen | Sumber Foto:ISROI

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Agar sesuai dengan takaran pemupukan berimbang yang spesifik lokasi, komposisi pupuk majemuk harus bervariasi sesuai kesuburan tanah dan kebutuhan tanaman. Untuk itu, pupuk majemuk yang diolah secara physcal blending, lebih flexibel dibandingkan chemical blending.

Kebutuhan pupuk untuk berbagai komoditas tanaman tentunya akan berbeda-beda, begitu juga akan berbeda kebutuhan pupuk untuk tingkat kesuburan tanah yang berbeda pula. Formula pupuk merupakan suatu pupuk yang tersusun dari beberapa unsur hara yang diperuntukkan untuk suatu komoditas tanaman tertentu.

"Salah satu proses produksi pupuk adalah melalui Teknik Physical Blending. Proses produksi NPK dengan cara aglomerasi dari butiran-butiran halus membentuk granul yang berukuran 2 – 5 mm. Bahan-bahan untuk formula pupuk dihaluskan terlebih dahulu agar diperoleh campuran yang homogen. Butiran-butiran halus dari bahan baku pupuk dicampur secara merata atau homogen menggunakan mixer," ungkap Peneliti Kimia dan Kesuburan Tanah, Balai Penelitian Tanah, Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Heri Wibowo, S.T.

Selanjutnya, campuran tersebut dimasukkan dalam mesin granulator yang berputar dan disemprot dengan cairan yang mengandung binder. Dalam proses ini, butiran halus bahan pupuk akan menyatu sama lain membentuk butiran yang lebih besar.

Granul yang terbentuk dari proses aglomerasi tersebut telah mengandung semua bahan pupuk dalam satu kesatuan utuh (proses fusi). Pupuk granul yang keluar dari pan granulator selanjutnya akan dikeringkan dalam rotary dryer. Pupuk kering akan diayak dengan screener untuk mendapatkan ukuran yang diinginkan (2-5 mm).

Pupuk granul yang keluar dari screener masuk dalam proses coating untuk menghindari caking atau aglomerasi/penggumpalan antar pupuk. Untuk skala produksi menengah ke atas menggunakan alat rotary drum coating, sedangkan untuk produksi skala kecil hanya dilakukan penyemprotan menggunakan sprayer saat proses pendinginan.

Granul yang berukuran seragam selanjutnya dimasukkan ke dalam karung  atau kantung plastik dan kemudian ditimbang.  Ukuran kemasan bermacam-macam tergantung kebutuhan konsumen.  Ukuran yang biasa digunakan antara lain 5 kg, 25 kg, atau 30 kg.  Kemasan disablon/dicetak dengan merek, nama produsen, komposisi, kandungan hara, cara pemakaian,  dosis, masa kadaluwarsanya.

Setiap granul pupuk NPK yang diproduksi dengan proses ini memiliki sifat yang sama. Keuntungan dari pupuk jenis ini adalah adanya jaminan setiap tanaman akan mendapatkan proporsi pupuk yang sama, tidak ada segregasi selama distribusi, unsur mikro bisa terdistribusi lebih merata.

Reporter : NATTASYA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018