Friday, 26 February 2021


Itjen Kementan Kawal Penyediaan Benih

23 Feb 2021, 20:15 WIBEditor : Yulianto

Bantuan benih ke petani rawan penyimpangan, sehingga akan dikawal ketat oleh Itjen Kementan | Sumber Foto:Dok. Sinar Tani

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Benih menjadi salah satu sarana produksi pertanian yang sangat penting untuk meningkatkan produksi pangan. Karena itu, pemerintah tiap tahun mengalokasikan bantuan benih varietas unggul kepada petani.

Namun dalam pelaksanaannya Inspektorat Jenderal terus mengawal penyediaan dan bantuan benih tersebut agar tidak terjadi penyimpangan. “Potensi penyimpangan pada pengadaan benih sumber cukup tinggi,” kata Plt Irjen Kementerian Pertanian, Bambang.

Bambang mencontohkan, potensi penyimbangan bisa terjadi karena mitra pengembang benih sumber tidak dapat menyediakan sesuai dengan permintaan. Untuk itu mantan Dirjen Perkebunan itu mengingatkan, dalam memenuhi benih nasional harus dilakukan dengan baik dan benar.

Harus diperhatikan aturan yang ada, dan cermat dalam membuat perencanaan, dan ketat dalam melakukan pengendalian,” tegasnya

Pada kesempatan itu, Bambang juga mendorong Badan Litbang Pertanian untuk meningkatkan produksi benih melalui inovasi dan kreativitas. Selama ini Badan Litbang Pertanian fokus menghasilkan sumber mutu benih unggul dengan varietas yang bernilai tinggi.

Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjri Jufry mengatakan, ketersediaan benih untuk kebutuhan nasional sebenarnya sangat memadai. Titik kritisnya saat ketersediaan benih produk Litbang tersedia, tapi pihak pembeli tidak tersedia anggarannya. “Disinilah perlu ada keterpaduan, sehingga benih dapat dimanfaatkan dengan tepat,” kata Fadjri.

Berdasarkan Keputusan Dirjen Tanaman Pangan, kriteria penerima bantuan benih. Pertama,  petani  yang   tergabung   dalam   Kelompok   Tani,   Gabungan Kelompok Tani dan sudah tercatat pada Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota atau diusulkan oleh Kepala Unit Kerja terkait.

Kedua, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Kelompok Tani Kebun (KTK), Kelompok Tani Hutan (KTH), Kelompok Usaha Bersama (KUB), Kelompok Masyarakat, Kelompok Tani Millenial, Lembaga Pemerintah, dan Lembaga Non Pemerintah yang menguasai lahan dan pelaksana program yang mendapatkan rekomendasi dari Dinas Provinsi/Dinas Kabupaten/Kota.

Sedangkan alokasi dan volume bantuan benih, untuk padi Inbrida volume bantuannya maksimal sebanyak 25 kg/ha. Adapun untuk padi hibrida volume  bantuannya maksimal   sebanyak 15 kg/ha. Sementara bantuan benih jagung hibrida maksimal  sebanyak  15 kg/ha.

Reporter : Indrastari
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018