Sunday, 11 April 2021


TOS Alsintan, Buka Wawasan Milenial untuk Geluti Pertanian Modern

26 Mar 2021, 20:19 WIBEditor : Gesha

Tani on Stage di BBP Mektan | Sumber Foto:Nattasya

TABLOIDSINARTANI.COM, Tangerang --- Guna membuka wawasan Milenial pertanian tentang alsintan untuk pertanian maju mandiri modern, Kementerian Pertanian mengadakan Tani On Stage (TOS) di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan), Jumat (26/3).

"Ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, Kementan sebagai bentuk meningkatkan partisipasi publik sektor pertanian," ungkap Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, Kuntoro Boga Andri kepada tabloidsinartani.com, seusai Tani On Stage (TOS) dengan tema Pemanfaatan Inovasi Alsintan di era pertanian modern.

Dengan peserta TOS Mahasiswa mahasiswi dari Politeknik Enjinerring Pertanian Indonesia (PEPI) dan masyarakat umum yang mengikuti secara daring, Kuntoro berharap mereka bisa memahami arah pengembangan dan informasi terkini informasi pertanian ke depannya, terutama mengenai alsintan.

"Inovasi (alsintan), salah satu hal yang dipandang penting untuk meningkatkan produktivitas untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi," beber Kuntoro.

Alsintan juga menjadi bagian untuk upaya regenerasi petani yang hingga sekarang masih didominasi golongan tua. "Bisa dibilang bisa menjadi pengungkit mereka untuk masuk ke sektor pertanian," tegasnya.

Tani On Stage ini menghadirkan beberapa narasumber yang berperan serta dalam peningkatan partisipasi Milenial dalam penggunaan alsintan. Seperti Kepala Subdirektorat Penyedia Alsintan, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Sri Hartoro, Kepala Koordinator Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Perekayasaan dan Hasil Pengujian, Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) Harsono dan Perwakilan Dosen Politeknik Enjinerring Pembangunan Pertanian (PEPI) Muharfizah.

Kuntoro menyebutkan Kementan terus mengembangkan berbagai inovasi dan teknologi pada mekanisme pertanian melalui Balai Besar Pengembangan Mekanisme Pertanian (BBP Mektan).

"Kita mengembangkan traktor yang lebih efisien yang bisa digunakan di berbagai jenis lahan seperti lahan rawa kering. Prototipenya sudah dikembangkan oleh BBP Mektan," tambahnya.

Tak hanya traktor, combine harvester, rice transplanter dan lainnya juga sudah dikembangkan dan dikomersilkan melalui perusahaan alsintan di dalam negeri.

"Di semua aktivitas di kegiatan pertanian itu diperlukan (teknologi mekanisme) untuk mendukung efisiensi, meningkatkan produksi dan kualitas produk, mengurangi waktu atau jumlah curahan upah tenaga kerja," imbuhnya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018