Friday, 16 April 2021


Kebutuhan Pupuk Subsidi MT April-September 4,43 Juta Ton

05 Apr 2021, 14:35 WIBEditor : Yulianto

Pupuk subsidi | Sumber Foto:Yulianto

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta—Kementerian Pertanian memperkirakan kebutuhan pupuk pada musim tanam (MT) II April-September 2021 sebanyak 4,43 juta ton dengan luas tanam 5,16 juta hektar (ha).  Alokasi pupuk bersubsidi tersebut terdiri dari urea sebanyak 1,75 juta ton, SP-36 269 ribu ton, ZA 329 ribu ton, NPK 1,12 juta ton, NPK formula 7 ribu ton dan organik granole 320 ribu ton.

Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Suwandi mengatakan, target luas tanam pada musim tanam kedua yang akan berlangsung pada April-September mendatang seluas 5,16 juta ha dan akan dipanen Juli-Desember 2021. Dengan luas tanam tersebut kebutuhan benih mencapai 258 ribu ton atau 117 persen di atas kebutuhan.

Sedangkan luas panen selama Januari-Mei 2021, Suwandi mengatakan, berdasarkan angka potensi dari BPS mencapai 5,37 juta ha dengan produksi sebanyak 27,73 juta ton gabah kering giling (GKG). “Artinya selama musim tanam periode Januari-Mei tersebut ada potensi surplus padi sebanyak 3,66 juta ton GKG,” kata Suwandi saat Rapat Dengar Pendapat dengan Panja Pupuk Subsidi DPRI di Jakarta, Senin (5/4).

Suwandi mengakui, peran atau kontribusi biaya pupuk terhadap harga gabah di Indonesia mencapai Rp 289,8/kg. Hasil kajian IRRI, angka ini tidak jauh beda dengan India, Vietnam, bahkan lebih rendah dari Filipina , China dan Thailand. Sedangkan hasil kajian BPS tahun 2018, biaya pupuk rata-rata sebesar Rp 1,28 juta/ha dan kontribusinya terhadap total biaya sekitar 9,43 persen.

Adapun hasil kajian Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP), Badan Litbang Pertanian, penggunaan urea, SP-36 dan NPK berpengaruh positif dengan nilai elastisitas 0,026. Jadi jika penggunaan pupuk meningkat 10 persen, maka produksi akan meningkat sebesar 0,26 persen.

Sementara itu Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Sarwo Edhy menambahkan, untuk tahun 2020 realisasi pupuk subsidi hingga 31 Desember mencapai 97,98 persen. Dari target alokasi sebanyak 8,9 juta ton, terealisasi sebesar 8,72 juta ton.

Untuk tahun 2021, Sarwo mengatakan, dari target dalam setahun sebanyak 9,04 juta ton hingga 30 Maret sudah terealisasi sebesar 1,9 juta ton atau 21,05 persen.  Untuk urea dari target 4,166 juta ton terealisasi 885.428 ton atau 21,25 persen, SP-36 dari target 640.812 ton terealisasi 75.973 ton (11,86 persen), ZA dari target 784.144 ton, terelisasi 159.535 ton (20,35 persen).

Sedangkan NPK dari alokasi 2,66 juta ton, relealisasinya sebanyak 648.118 ton (24,35 persen), NPK formula khusus (alokasi 17.000 ton, realisasi 1.696 ton), Organik granul (alokasi 770.850 ton, realisasi 132.360 ton), organik cair (alokasi 1,5 juta ton, realisasi belum ada).

Sarwo mengatakan, dampak pengunaan pupuk bersubsidi cukup besar. Pertama, pupuk subsidi penerima manfaat langsung adalah petani kecil dengan luas garapan 2  hektar (ha). Kedua, sasaran penerima subsidi pupuk adalah 16,6 juta petani berbasis NIK mencakup 32 juta ha luas tanam.

Ketiga, dengan alokasi subsidi sebesar Rp 25,27 triliun. Artinya, rata-rata alokasi subsidi sebesar Rp 1,52 juta/petani/tahun atau Rp 766 ribu/ha/tahun. “Subsidi harga pupuk akan mendorong penggunaan pupuk untuk mengoptimalkan potensi produktivitas varietas unggul,” tambah Sarwo.

Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi menambahkan, perhitungan kebutuhan pupuk tersebut berdasarkan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) hasil pendataan penyuluh dan kelompok tani dari mulai tingkat desa hingga kecamatan. Dari kecamatan kemudian ke tingkat provinsi, lalu dimasukkan ke dalam Simluhtan.

“Data RDKK diverifikasi dinas pertanian kabupaten/kota lalu ke dinas pertanian provinsi, selanjutnya ke Kementerian Pertanina dan diajukan ke Himbara. Dari Himbara dimasukkan ke dalam kartu tani,” katanya. Validasi data petani penerima pupuk subsidi tersebut berdasarkan NIK (Nomor Induk Kepegawaian) dari Ditjen Dukcapil.

--

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018