Sunday, 09 May 2021


Inilah Lima Alasan Pemerintah Pupuk Subsidi Masih Diperlukan

21 Apr 2021, 13:28 WIBEditor : Yulianto

Pupuk subsidi | Sumber Foto:Yulianto

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pupuk menjadi sarana produksi pertanian yang tidak bisa lepas dari kebutuhan petani. Guna membantu petani agar kebutuhan pupuk bisa tepat jumlah, mutu, waktu, harga dan sasaran, pemerintah memberikan subsidi.

“Dengan pemberian subsidi, kita harapkan bisa menyediakan keterjaminan pada masyarakat, khususnya petani,” kata Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy saat Forum Grup Diskusi (FGD) Aplikasi Rasionalisasi Aplikasi Pupuk yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani di Jakarta, Rabu (21/4).

Jumlah anggaran untuk subsidi pupuk nilainya pun tidak kecil. Tahun ini mencapai Rp 32 triliun untuk kebutuhan pupuk subsidi sebanyak 8,9 juta ton. Hitungan Kementerian Pertanian sebenarnya total kebutuhan pupuk untuk petani mencapai 24,3 juta ton dengan nilai Rp 63 triliun.

Sarwo mengganggap saat ini petani masih memerlukan pupuk subsidi. Dari hasil kajian peran pupuk subsidi sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas. “Ada beberap pertimbangan mengapa pemerintah masih memberikan subsidi pupuk,” katanya.

Pertama, petani dapat memperoleh pupuk dengan harga terjangkau, sesuai UU No. 19 Tahun 2013 sebagai salah satu bentuk perlindungan pemerintah kepada petani. Kedua, subsidi menjamin ketersediaan pupuk sampai ke pelosok. Ketiga, dengan adanya subsidi, kualitas pupuk yang dipasok lebih terjamin, karena memenuhi standar dan spesifikasi yang dipersyaratkan (kualitas sesuai Standar Nasional Indonesia).

Keempat, subsidi pupuk meningkatkan minat petani untuk tetap bertanin secara berkesinambungan. Apalagi pemerintah juga menetapkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk. Kelima, subsidi pupuk berperan menjaga dan meningkatkan produktivitas pertanian. "Hasil kajian Badan Litbang Pertanian, ternyata pengurangan pupuk subsidi berdampak terhadap penurunan produksi padi petani," katanya.

Namun Sarwo mengakui, ada perbedaan harga pupuk subsidi dengan non subsidi hampir Rp 3.000/kg memberikan daya tarik bagi oknum untuk menyalahgunakan penggunaan pupuk subsidi. Kondisi ini kadang membuat kelangkaan pupuk subsidi di lapangan. “Kelangkaan pupuk subsidi disebabkan juga karena usulan petani tidak sebanding atau tidak sesuai dengan  yang pemerintah sediakan,” katanya.

---

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/  

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018