Wednesday, 21 October 2026


Benih Sumber Tersedia, Distribusi dan Akses Benih Sebar Perlu Dipermudah

07 Jul 2021, 20:14 WIBEditor : Gesha

Benih sumber tersedia lebih dari cukup, distribusi Benih Sebar Masih diperbaiki

Jakarta -- Ketersediaan benih sumber menjadi faktor krusial dalam perbanyakan Benih sebar dan distribusi Benih unggul hingga sampai ke Petani.

"Kalau berhitung dari penyediaan Benih sumber yang dihasilkan dari Balit Komoditas, perguruan tinggi tentunya sudah mencukupi di daerah target Pengembangan (areal peeluasan tanam baru maupun lahan eksisting)," ungkap Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan), Dr. Ir. Priatna Sasmita, M.Si 

Menurut Priyatna, untuk keberlanjutan benih sebar ini, yang perlu dilakukan semua pihak adalah dengan sinkronisasi kebutuhan Benih di tiap target Pengembangan, termasuk varietas yang dibutuhkan.

Puslitbangtan sudah menghitung jumlah benih sumber yang akan digunakan untuk pencapaian target luas tanam. Untuk komoditas padi, ada 479 ton benih sumber, Jagung 53 ton, tanaman Pangan lainnya 127 ton.

"Penyediaan Benih sumber ini, tentunya mengacu pada target penyediaan Benih sebar, khususnya di wilayah areal tanam baru," tuturnya.

Dari perhitungan, Benih sumber yang dimiliki Balitbangtan justru berlebih dari perhitungan target yang dibutuhkan. Sehingga tidak ada masalah untuk ketersediaan Benih sebar untuk adopsi VUB di tingkat petani. 

Priyatna menjelaskan, dengan asumsi target luas tanam padi 12,5 juta hektar dan kebutuhan Benih padi 20-25 kg per hektar, akan diperoleh kebutuhan Benih sebar mencapai 312.500 ton. 

"Dari kebutuhan benih sebar tersebut bisa dihitung kebutuhan Benih pokok hingga berapa banyak Benih sumber yang harus diproduksi," jelasnya. 

Dari hitung-hitungan tersebut, diperoleh kebutuhan Benih sumber mencapai 101,7 kg saja, jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah benih sumber yang sekarang sudah tersedia dan disiapkan. 

"Karenanya, perlu disikapi kemudahan akses Benih sumber untuk bisa diproduksi di daerah oleh produsen benih/penangkar Benih," tambahnya. 

Diakuinya memang hanya beberapa jenis varietas saja yang diminati Petani dan menjadi prioritas pengembangan Benih sebar di daerah. "Ini yang perlu didorong," tambahnya.

Meskipun berlebih, Priyatna mengingatkan penyediaan Benih sumber juga harus mengacu pada stok yang ada, idealnya produsen benih yang memerlukan Benih sumber harus pesan paling lambat satu musim sebelumnya. "Balit Komoditas maupun UPBS di BPTP pastinya akan kesulitan menyiapkan Benih sumber," tukasnya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018