Tuesday, 03 August 2021


Dongkrak Produksi, Pemerintah Dorong Kemandirian Benih

13 Jul 2021, 21:09 WIBEditor : Yulianto

Benih yang dilepas Kementan | Sumber Foto:Dok. DitjenTP

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Ketersediaan benih bersertifikat sangat dibutuhkan untuk mendukung peningkatan produksi dan produktivitas padi. Karena itu pemerintah mendorong kemandirian benih agar sarana produksi tersebut mudah didapatkan petani.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, menekankan hal pokok yang perlu menjadi perhatian adalah program penggantian varietas dengan menggunakan varietas unggul untuk meningkatkan produksi, introduksi varietas unggul dan  memperlancar distribusi dari daerah sentra produksi benih ke daerah yang membutuhkan benih.

Selain itu  membangun desa mandiri benih dan membangun kemandirian benih dengan cara memberdayakan penangkar benih, sehingga benih dapat diperoleh secara insitu. “Perlu membangun kemandirian benih di setiap sentra produksi “ kata secara sinergi antara produsen benih dengan penangkar,” kata Suwandi saat Webinar dengan tajuk “Penyebaran Varietas Padi Inbrida dan Hibrida yang Berkembang di Indonesia” Senin (12/7),

Terkait dengan bagaimana meningkatkan penggunaan benih bersertifikat dapat dilakukan melalui sosialisasi, bimbingan teknis, dan sebagainya. Data Ditjen Tanaman Pangan, kebutuhan benih rata-rata dalam 10 tahun terakhir sebanyak 361 ribu ton. Rata-rata ketersediaan benih bersertifikat 229 ribu ton (63,55 persen)., benih dasar 3 ribu ton, BP 107 ton dan BR 118 ribu ton.

Suwandi mengatakan, penggunaan benih bersertifikat rata-rata 192 ribu ton (54,78 persen) dari kebutuhan dan 79,67 persen dari ketersediaan benih. Data menyebutkan penggunaan benih tanaman pangan bersertifikat semakin meningkat.

Data Ditjen Tanaman Pangan, hingga kini varietas padi yang sudah dilepas sebanyak 491 varietas. Terdiri dari padi hibrida sebanyak 189 hibrida dan padi inbrida 383 varietas. Sedangkan varietas jagung 335 varietas terdiri dari jagung komposit 59 varietas dan jagung hibrida 276 varietas.

Tahun ini sampai Mei, pemerintah sudah melepas 11 varietas padi, 13 varietas jagung, 2 varietas kedelai dan 1 varietas kacang tanah. “Kalau tahun lalu kita melepas 24 varietas padi. Dari varietas tersebut kita selektif, untuk padi yang berpotensi di atas 10 ton/ha,” kata Suwandi.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Takdir Mulyadi menyampaikan, perlunya melakukan perencanaan terkait proses produksi benih, mempertimbangkan waktu dan lokasi. “Ada daerah tertentu dengan agroekosistem tertentu pula, serta perlu varietas yang sesuai dengan kondisi tersebut,” ujarnya.

Selain itu, menurut Takdir untuk mendukung penyebaran benih varietas unggul, juga diperlukan peran petugas pembina dan petugas lapang dalam mendorong petani untuk dapat melakukan pergiliran varietas menggunakan varietas unggul baru, serta peran pemulia dalam merakit varietas baru dengan kriteria tertentu.

Sementara itu Peneliti Balai Besar Padi, Prof. Satoto menambahkan, untuk memilih varietas padi yang sesuai, dapat dilihat dari kriteria ekosistem, ketinggian tempat, hama penyakit endemik, dan selera pasar. Karakteristik khusus varietas terbagi menjadi karakter morfologi dan agronomi, karakter ketahanan dan toleransi, serta karakter mutu giling, mutu fisik, dan mutu tanak.

Reporter : Humas dan IP Kementan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018