Sunday, 24 October 2021


Rehabilitasi Irigasi, TPM Pantau Kegiatan Simurp  

31 Aug 2021, 15:40 WIBEditor : Yulianto

Kegiatan TPM simurp di Serdang Bedagai | Sumber Foto:Gultom

TABLOIDSINARTANI.COM, Serdang Bedagai--- Strategic Irrigation Moderenazation and Urgent Rehabilatation Projeck (SIMURP) menjadi salah satu program bantuan luar negeri untuk mengoptimalkan perbaikan irigasi. Untuk memantau kegiatan itu, di setiap lokasi dibentuk Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM).

Di Serdang Bedagai, TPM memantau jaringan irigasi dengan luasan yang harus dipantau 13.190 ha dengan jumlah Team TPM/KTPM 14 orang. Adapun pembagian penghubung kanan tali air berada di Pulau Gambar 990 Ha, Sei Buluh 4.020 ha, Perbaungan 5.920 ha, Bendang 1.380 ha dan Singosari 880 ha.

Di daerah luasan inilah 14 TPM melakukan kegiatan Simurp, khusus menangani tali air agar tetap berjalan dan lancar bersama P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air),” kata Rahmat Rangkuti, Konsultan TPM NPIU Bina Bangda Kemendagri.

Ia mengatakan, tugas TPM adalah sebagai fasilitator, katalisatir, motivator dan dinamisator dalam meningkatkan kinerja pemberdayaan masyarakat. Diharapkan akan mendorong dan menumbuh kembangkan motivasi petani untuk berdaya dalam pengambilan keputusan mengelola irigasi diwilayah kerja masing masing TPM.

“Selain itu, menjalin kemitraan kerjasama berkordinasi dengan berbagai pihak yang ada didesa seperti Kepala Desa, Penyuluh Pertanian, Babinsa, Babinkamtibmas, serta tokoh masyarakat,” katanya Jumat (28/8) disekretariat TPM/KTPM Desa Pematang Strak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai.

Rahmad mengatakan, TPM ini bertugas dari tahun 2021 sampai 2022 sesuai SK yang dikeluarkan PT Rancang Mandiri sebagai pihak ketiga dari Bangda Kemendagri yang melakukan kontrak TPM/KTPM. Kontrak tersebut setiap tahun diperpanjang selama kegiatan simurp.

Dalam pelaksanan tugas TPM/KTPM yang terpenting adalah berkordinasi dengan lintas instansi yang terkait dengan tugas pembinaan Pembentukan P3A, GP3A dan IP3A, serta memfasilitas penyusunan program kerja yang mendukung kegiatan Simurp,” katanya

Rahmad mengatakan, bahwa pembentukan TPM dilakukan Kepala Badan Perencaanaan Daerah Serdang Bedagai untuk membantu kegiatan Strategic Irrigation Moderenazation And Urgent Rehabilatation Projeck (SIMURP) dari tahun 2021 sampai 2024.

Hal itu sesuai Surat Dirjen Bangda, Kementrian Dalam Negeri  RI No 610/624/Bangda tanggal 9 Februari 2021  tentang petunjuk teknis perekutan seleksi Tenaga Pendamping Masyarakat TPM/KTPM di wilayah Komponen A. Selanjutnya putusan seleksi diserahkan ke Dirjen Bina Bangda guna pelaksanaan kontrak kerja.

Rahmad mengatakan, sebagai konsultan Bina Bangda  komponen A hanya mendampingi teknis kerja TPM/KTPM. Sedangkan rencana program kerja, pelaporan, evaluasi monitoring dan honor langsung kepada PT Rancang Mandiri Jakarta, karena sebagai penanggung jawab kegiatan.

Reporter : RE. Gultom
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018