Sunday, 24 October 2021


Pastikan Stok Pupuk, Pemerintah Tingkatkan Kapasitan Produksi

10 Sep 2021, 19:10 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL saat kunjungan ke PT Pupuk Kaltim | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Bontang---Pupuk menjadi sarana produksi yang krusial bagi petani. Bahkan untuk membantu petani, pemerintah rela menggelontorkan anggaran subsidi untuk penyubur tanaman ini dalam jumlah yang sangat besar. Bahkan dari tahun ke tahun cenderung meningkat.

Hitungan Kementerian Pertanian, kebutuhan pupuk TA 2021 sebanyak 22,57-26,18 juta ton dengan nilai mencapai Rp 63-65 triliun untuk 17,05 juta petani di 34 propinsi, 484 kabupaten dan 6.063 kecamatan. Namun jumlah anggaran subsidi pupuk yang bisa pemerintah sediakan hanya sebanyak Rp25,27 triliun atau 9 juta ton pupuk atau 37 persen dari kebutuhan.

Untuk memastikan pupuk tersedia di petani, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan kunjungan ke PT. Pupuk Kalimantan Timur guna memastikan stok dan meningkatkan kapasitas, serta kualitas pupuk untuk peningkatan produktivitas komoditas pertanian, pada Jumat (10/9).

"Tidak ada tanaman tanpa pupuk dan pertanian itu ada karena pupuknya. Saya siap membantu Pupuk Kaltim untuk menambah kapasitas produksi dan kualitas pupuk. Saya bicarakan dengan Presiden agar ketersediaan gas murah, bila perlu kita subsidi,” kata SYL.

Bahkan jika tahun depan Indonesia akan mencapai swasembada pangan, maka intervensi pupuk harus tinggi. Stok pupuk harus 14 juta sampai 15 juta ton. Dengan demikian, dengan disertai varietas yang bagus dan pelatihan, produksi pertanian naik.

 

Peran Penting Industri

Karena itu, SYL menekankan peranan penting industri pupuk khususnya PT. Pupuk Kaltim agar bangsa Indonesia bisa tumbuh dan tangguh dalam mewujudkan kemajuan sektor pertanian. Apalagi Indonesia merupakan negara keempat terbesar di dunia, sehingga pengembangan sektor pertanian ke depan tidak boleh salah dan berspekulasi.

“Kita harus sinergi dan kerja keras dengan menggunakan teknologi modern, termasuk di dalam menghasilkan pupuk berkualitas dan kuantitasnya terjamin,” tegasnya. Karena itu, Mentan SYL bersama Dirut Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim memastikan stok pupuk tersedia dan secara bertahap kapasitas pupuk akan ditingkatkan. Dengan begitu, kebutuhan pupuk bagi petani terus akan terpenuhi.

Perlu diketahui, upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi beras melalui berbagai program terobosan tercatat berhasil. Melansir data BPS, produksi beras dari tahun 2018 hingga 2020 surplus dan diperkirakan 2021 pun surpulus. Produksi beras 2018 surplus 4,37 juta ton, 2019 surplus 2,38 juta ton dan 2020 surplus 1,97 juta ton. BPS pun mencatat sejak 2019 hingga September 2021 tidak ada impor beras umum.

"Dua tahun ini di masa pandemi hanya sektor pertanian yang pertumbuhanya positif, tidak pernah negatif. Keberhasilan ini karena kita mampu mengelola sumberdaya alam yakni pertanian dengan baik dan kerja keras, bukan kita capai karena kebetulan dukungan alam yang bagus," ungkap SYL.

 

 

Komitmen Industri

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rahmad Pribadi menunjukkan komitmennya untuk terus memaksimalkan ketersediaan pupuk dan operasional bisnis meski di tengah berbagai tantangan akibat pandemi Covid-19. Tercatat, per 9 September 2021 sebanyak 76.681 ton stok pupuk telah tersedia di gudang Pupuk Kaltim yang tersebar di sejumlah wilayah tanggung jawab perusahaan, terdiri dari 73.596 ton Urea subsidi dan 3.085 ton NPK Formula Khusus.

“Kami siap bekerjasama dan mendukung program Kementan dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Kami secara konsisten mengikuti perkembangan dan mengimplementasikan teknologi dalam proses produksi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terlebih di tengah pandemi Covid-19 dengan berbagai keterbatasan yang ada," tuturnya.

Rahmat mengatakan Pupuk Kaltim berterima kasih kepada Pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian. Dengan dukungan pemerintah, PKT bisa berpartisipasi secara aktif dalam memastikan tercapainya ketahanan pangan nasional. Karena itu, untuk menyukseskan peningkatan produksi, Pupuk Kaltim terus memaksimalkan penyaluran dan pemenuhan kebutuhan petani, serta turut mensukseskan musim tanam September 2021-Februari 2022 ini.

Guna memaksimalkan kapasitas produksi dan distribusi secara efektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhan pertanian, Pupuk Kaltim telah mengimplementasikan teknologi berbasis industri 4.0 di seluruh lini perusahaan. Dari mulai Smart Operation, Smart Maintenance, Smart Distribution, hingga Digital Performance Management System.

"Selain itu, efisiensi produksi termasuk konsumsi energi juga terus menjadi fokus kami guna memastikan perusahaan mampu tumbuh secara berkelanjutan, kata Rahmad. 

 

Reporter : Humas dan IP Kementan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018