Sunday, 24 October 2021


Program Makmur Baju Baru Agrosolution PIHC

16 Sep 2021, 11:20 WIBEditor : Yulianto

Sebaran Program Makmur PIHC | Sumber Foto:pihc

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Agrosolution menjadi salah satu program PT. Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) untuk membantu petani meningkatkan produktivitas tanaman. Kini program tersebut berganti nama menjadi Program Makmur.

“Program Makmur ini dipilih namanya oleh Menteri BUMN, Erick Thohir yang diharapkan memberikan manfaat terhadap peningkatan produksi dan menguntungkan petani. Di sisi lain sebagai bentuk kehadiran BUMN untuk negeri,” kata Project Manager Agrosolution PT. Pupuk Indonesia (Persero), Burmansyah saat Webinar Propaktani Program Mamur PIHC di Jakarta, Kamis (16/9).

Karena itu dalam program Makmur, petani mendapat pendampingan, sehingga petani tidak rugi meski harga pupuk non subsidi lebih tinggi. Keuntungan petani nanti bisa ditutupi dengan kenaikan produktivitas tanaman dan petani bisa mengadopis praktek pertanian unggul. “Program Makmur ini tidak beda dengan Agrosolution, tapi memang lebih intens ke petani,” katanya.

Dalam program Makmur ini, petani diajarkan pengelolaan budidaya berkelanjutkan, informasi dan pendamping kepada petani, melibatkan kemitraan dalam pemasaran, akses permodalan dan perlindungan resiko petani, serta digital farming dan mekanisasi pertanian.

Jadi pendekatannya holistik untuk memakmurkan petani. Dalam Program Makmur ini, PIHC memberikan pendampingan intensif kepada petani dalam budidaya pertanian berkelanjutan serta melibatkan rantai pasok dan didukung teknologi, dengan berbasis triple bottom line 3P (people, planet, profit).

Burmansyah berharap dengan program Makmur ini dapat mengatasi masalah global yang mana penggunaan pupuk harus lebih efisien dan harga pupuk premium. Termasuk untuk menghadapi perkembangan digital dan pertanian presisi.

Menurutnya, pada masa depan untuk meningkatkan hasil produksi dan kesuburan tanah adalah dengan menggunakan pupuk non kimia atau pupuk hayati dan membatasi bahan kimia. “Ini tantangan kita, bagaimana penggunaan pupuk non kimia bisa lebih efisien,” ujarnya.

Target Program Makmur tahun 2021 luas lahan 50.000 ha dengan penggunaan pupuk non subsisi seluas 25.000 ha. Tahun 2022 (luas 250.000 ha, pupuk non subsidi 125.000 ha). Tahun 2023 (luas lahan 1.250.000 ha, pupuk non subsidi 625.000 ha. Pada tahun 2024 diharapkan bisa mencapai 4.000.000 ha dengan lahan yang menggunakan pupuk non subsidi 2.000.000 ha.

Sedangkan target petani yang menerapkan program Makmur tahun 2020 sebanyak 4.932 petani, tahun 2021 (50 ribu petani), tahun 2022 (250 ribu petani), tahun 2023 (1.250.000 petani) dan tahun 2024 sebanyak 4 juta petani.

“Realisasi sampai Agustus 2021 luas tanam sudah mencapai 40.322 hektar, dengan akumulasi petani sebanyak 28.884 orang dan penjualan pupuk non subsidi sebanyak 21.942 ton,” tutur Burmansyah.

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018