Thursday, 22 October 2026


Panen Benih di Lahan Abadi Jakarta, Optimisme Pangan di Ibukota Terpenuhi

29 Sep 2021, 19:36 WIBEditor : Gesha

Panen di lahan Abadi Jakarta, Dinas KPKP, Suharini Eliawati (paling kiri) bersama Walikota Jakarta Timur, M. Anwar (tengah)

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta memiliki lahan sawah seluas 5,4 Ha yang diperuntukkan untuk produksi benih padi oleh UPT Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman (P2BPT) . Lahan ini sering disebut “Sawah Abadi” yang terletak di Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. 

“Berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta tahun 1990, lahan ini selamanya peruntukan sawah abadi dalam rangka meningkatkan Ketahanan Pangan di DKI Jakarta. Kami berharap kolaborasi dan dukungan dari Kementerian Pertanian dalam hal teknologi pertanian. Ini adalah potensi besar, luar biasa karena DKI Jakarta masih punya sawah. Tertolong juga dengan adanya Banjir Kanal Timur (BKT) sehingga kualitas airnya terukur dan baik untuk benih yang ada di sini,” kata Walikota Jakarta Timur, M. Anwar pada saat menghadiri acara panen benih padi di Sawah Abadi, Jakarta, Rabu (29/9).

Hadir di lokasi panen benih padi Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati, Kepala Bidang Pertanian sekaligus Plt. Sekretaris Dinas KPKP, Mujiati, Kepala P2BPT sekaligus Plt. Kepala Sudin KPKP Jakarta Timur, Ali Nurdin, Kepala Seksi Pertanian Perkotaan Dinas KPKP, Taufik Yulianto, perwakilan dari Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Buyung Airlangga, Camat Cakung, beserta jajarannya.

“Lahan sawah ini tidak diperuntukkan produksi padi, tetapi untuk produksi benih. Hasilnya diserahkan kepada petani di Jakarta Utara dan Jakarta Barat untuk menanam di lahan seluas 414 Hektar, " tutur Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati.

Suharini menambahkan, panen kali ini adalah panen kedua dan mendapatkan hasil yang menggembirakan yakni mencapai 6 ton benih. Setelah musim hujan, petani pun diajak untuk bertanam kembali. "Kami dari DKPKP selaku Dinas Teknis memberikan pendampingan terhadap para petani mulai dari pemilihan bibitnya, ketepatan masa tanam dan masa panen, apabila tiba-tiba terjadi serangan hama dan curah hujan lebih tinggi, sesegera mungkin kita mitigasi,” katanya.

Adapun varietas benih yang dipanen adalah Ciherang, yang mempunyai keunggulan berasnya pulen, produktivitas tinggi, tahan terhadap hama penyakit dan genangan. Pada panen kali ini menggunakan combine harvester yang merupakan kombinasi dari tiga operasi yang berbeda, yaitu menuai, merontokkan, dan menampi.

"Keunggulan panen menggunakan Combine Harvester di antaranya waktu panen lebih singkat, tempat mengumpulkan panen hanya 1 titik,hemat tenaga kerja, presentase kehilangan hasil rendah, dan gabah lebih bersih, " jelasnya. 

Diakui Suharini, luasan lahan panen kali ini memang tidak seberapa dibandingkan di provinsi lain di Indonesia, namun keberadaan lahan persawahan di Jakarta memiliki beberapa arti penting bagi kota Jakarta.

"Diantara manfaat tanaman padi di Jakarta adalah sebagai sumber penghidupan bagi masyarakat yang profesinya petani, sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), lahan resapan air, dan sarana edukasi bagi masyarakat khususnya anak-anak dan generasi milenial, " jelasnya. 

Apalagi dengan penduduk yang mencapai 10,56 juta jiwa, diperlukan upaya untuk pemenuhan cadangan pangan warga Jakarta.“Hampir 99 persen pangan di DKI Jakarta berasal dari luar daerah. Pembangunan pertanian di Jakarta berbasis ruang, bukan berbasis lahan karena terbatasnya lahan di Jakarta, " urai Suharini. 

Dinas KPKP bersama Walikota Jakarta Timur pun tengah membentuk “Kampung Buah”, di sepanjang bantaran-bantaran sungai atau di lahan-lahan yang belum dimanfaatkan. "Tujuannya agar warga Jakarta mampu menyiapkan pangannya untuk dirinya sendiri dan keluarganya, sehingga menjadikan Jakarta sebagai Resilient City atau Kota yang Berketahanan,” kata Suharini Eliawati.

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018